KAB.SEMARANG, LINGKARJATENG – Aksi mulia seorang pemilik warung makan di wilayah Gedanganak, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang untuk menggratiskan makanan yang ia jual di warung makan Banana Getz! dan Bebek Sukses Merantau itu khusus untuk warga perantauan dari Sumatera yang ada di Ungaran, Kabupaten Semarang ini patut diapresiasi.
Dhani Ramadhan (38) pemilik dari Banana Getz! ini mengaku jika ia menggratiskan berbagai makanan yang ada di warung miliknya itu, khusus untuk warga perantauan dari Sumatera dan Kepulauan Nias yang tinggal di Ungaran, Kabupaten Semarang.
“Saya sengaja, ingin menggratiskan berbagai makanan di sini untuk warga dari Sumatera dan Nias yang memang terdampak bencana banjir bandang keluarganya di Sumatera. Karena jujur, bencana di Sumatera ini bikin saya gelisah,” ungkapnya, Rabu (10/12).
Ia juga mengungkapkan, bahwa peristiwa banjir bandang yang menyebabkan tiga provinsi di Sumatera itu luluh lantah membuatnya merasa prihatin, dan memantik hati kecilnya untuk turut ikut membantu penderitaan warga yang berasal dari Sumatera itu.
“Gelisah sekali, merasa prihatin dan ikut merasakan penderitaan warga di sana, sehingga dengan upaya kecil untuk ikut membantu warga Sumatera dan Nias ini saya lakukan dengan cara saya sendiri, menggratiskan makanan yang saya jual untuk warga perantau asal Sumatera yang sudah pasti keluarga mereka di sana sedang kesusahan, krisis logistik, belum rumahnya hancur, dan kesusahan,” ujar pria yang berasal dari Jawa Timur ini.
Selain itu, Dani juga mengungkapkan bahwa ia tahu persis rasanya menjadi perantau tanpa keluarga, rindu rumah, dan tertekan kabar buruk dari kampung.
“Saya dulu juga di posisi benar-benar di bawah, lalu pernah dibantu orang lain ketika susah. Sekarang saya cuma ingin berbalas budi kepada Allah, dengan berbuat baik ke orang lain,” katanya.
Dani menjelaskan, awal mula ia melakukan aksi solidaritas warga Sumatera itu berawal dari pengumuman yang Dani buat di media sosial, dan tak menunggu lama, seorang mahasiswi asal Nias datang menghampiri warungnya.
“Saya kaget, dia bilang cuma ingin bersilaturahmi, duduk sebentar, tapi tidak mau makan. Ternyata dia kepikiran keluarganya di Nias,” jelas dia.
Keluarga mahasiswi itu selamat dari bencana banjir, namun kondisi wilayahnya sulit setelah jalur pasok dari daratan Sumatera terputus akibat bencana.
“Saya persilakan makan, namun akhirnya dia cuma ngemil sedikit. Saya tenangkan dia. Saya bilang, kalau butuh makanan, datang lagi saja,” imbuh Dani.
Melalui hal itu juga ditambah ramainya pemberitaan di berbagai platform mengenai kondisi Sumatera yang tengah di dera bencana ini, aksi memberi makan gratis kepada warga perantau asal Sumatera ini Dani mulai lakukan.
Bahkan, tidak hanya itu, Dani dan juga 25 pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Ungaran, juga bergerak bersama untuk menggalang dana di jalanan dan melalui grup WhatsApp, lalu hasil dalam dua jam aksi galang dana yang dilakukannya itu terkumpul sekitar Rp 4,5 juta.
Sementara donasi dari dompet digital masih direkap dan akan diserahkan ke organisasi relawan esok hari.
Tak berhenti di situ, Dani tengah merencanakan gerakan berikutnya, yakni mengirim makanan ke para perantau Sumatera yang tinggal di Tembalang dan titik-titik lain yang jauh dari kedainya.
“Banyak yang tinggalnya jauh dan kalau harus datang ke sini, mereka habis di bensin. Maka saya buatkan makanan sebisanya, nanti saya kirim dan ini masih saya koordinasikan sama teman-teman ojol,” bebernya.
Menu yang dia bagi bukan sembarang menu, terkadang Dani menyediakan makanan Nasi Bebek Goreng Serundeng khas Madura, kadang Ayam Serundeng, kadang cukup camilan dari Banana Getz! seperti Banana Nugget atau Risol Mentai, apa pun yang hari itu bisa dia masak dan dia tambah stoknya.
“Pokoknya kalau ada yang datang dan butuh, kami siap,” ujarnya.
Warung Banana Getz! x Bebek Sukses Merantau tampak tidak besar, letaknya pun sederhana, persis di belakang gapura Perum Korpri di Gedanganak, Ungaran Timur di Kabupaten Semarang.
Namun, dari tempat tersebut, Dani berharap bisa mengirimkan setitik kekuatan bagi saudara-saudara perantau yang tengah cemas menunggu kabar dari rumah yang berasal dari Sumatera.
“Harapan saya, yang sedang kepikiran keluarga bisa sabar dan kuat. Mudah-mudahan ujian ini segera berakhir, dan semuanya selamat,” pungkasnya (HESTY IMANIAR/RED)






























