Terus Bertambah, 67 Warga Blora Meninggal karena HIV/AIDS

DKK BLORA

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edi Widayat (Lilik Yuliantoro / Lingkarjateng.id)

BLORA, Lingkarjateng.id – Sejak lima tahun terakhir, sebanyak 67 warga Kabupaten Blora meninggal karena terinfeksi HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immune Deficiency Syndrome). Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edi Widayat, Rabu (01/12).

Dirinya mengatakan, setiap tahun kasus tersebut terus mengalami peningkatan. Masyarakat yang terinfeksi yaitu para ibu rumah tangga, pengguna narkoba dan bayi dari ibu yang orang dengan HIV/AIDS (ODHA)).

“Yang terbanyak adalah ibu rumah tangga. Kami mengkaji beberapa faktor penyebabnya karena tertular dari suami yang berhubungan seks di luar nikah,” ujar Edi Widayat.

60 Orang di Jepara Terinfeksi HIV/AIDS, Usia Produktif paling Rawan

Menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Blora terus memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Baik secara media elektronik, siaran radio, maupun pakai leaflet dan pamflet. 

Ia mengaku, di tempat-tempat prostitusi dan tempat yang berpotensi HIV/AIDS juga dilakukan zero survey untuk mengetahui kedalaman kasus yang ada. “Dalam setahun, kami dua kali ke tempat-tempat itu,” kata Edi, sapaan Edi Widayat.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Blora, Ahmad Mahbub Djunaidi menyampaikan bahwa bagi masyarakat Kabupaten Blora yang membutuhkan bantuan sosial mengenai hal tersebut bisa melaporkan ke pihak terkait. “Pihak keluarganya jika ingin mendapatkan bisa melapor ke SLRT (Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu) di kompleks gedung Samin Setda Blora,” ungkapnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora tahun 2021 hingga bulan Oktober ini, total sebanyak 73 orang yang terinfeksi HIV/AIDS. Rinciannya sebanyak 57 orang yang terinfeksi HIV, 16 orang yang terinfeksi AIDS dan 6 orang yang meninggal terinfeksi HIV/AIDS. (Lingkar Network | Koran Lingkar Jateng)