KENDAL, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Kendal mendekatkan layanan KB di wilayah Kecamatan Cepiring melalui layanan keliling dengan menyasar pasangan usia subur (PUS). Kegiatan ini diselenggarakan bertepatan momentum Hari Kontrasepsi Sedunia.
Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) Kendal kali ini memberikan layanan kontrasepsi di PT Sari Tembakau Harum Cepiring, Selasa 6 Oktober 2026.
Koordinator Penyuluhan KB Cepiring, Wawan Kustiono, mengatakan layanan Safari KB tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi karyawan pabrik, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum di sekitar wilayah Cepiring.
“Untuk pelayanan KB keliling ini bisa diakses sampai tanggal 7 Oktober besok. Baik di pabrik rokok sini sebagai pusatnya atau juga di puskesmas,” terang Wawan.
Wawan menyebutkan, jumlah pasangan usia subur di Kabupaten Kendal saat ini mencapai sekitar 158.996 PUS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 119.175 PUS tercatat sebagai peserta KB aktif.
“Untuk jumlah peserta aktifnya itu sebesar 119.175. Jadi, persentasenya adalah 74,95 persen,” pungkasnya.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan pelayanan KB melalui Mobil Unit Pelayanan KB Keliling (Muyan) merupakan upaya pemerintah untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan kontrasepsi.
“Pelayanan KB dari DP2KBP2PA bersama dengan petugas-petugas pelayanan KB melaksanakan kegiatan pelayanan melalui Muyan, mobil unit pelayanan KB keliling. Tentunya harapannya ini untuk menjemput bola dan memudahkan para akseptor yang akan melaksanakan KB,” ujarnya.
Pelayanan di lingkungan PT Sari Tembakau Harum Cepiring dipilih karena mayoritas pekerjanya merupakan perempuan. Kondisi tersebut dinilai menjadi kesempatan yang tepat untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya perencanaan keluarga.
“Karena di sini kebetulan para pegawainya kebanyakan perempuan, untuk sosialisasi agar para pasangan usia subur ini meningkatkan kesadaran untuk keluarga yang terencana,” jelasnya.
Menurutnya peringatan Hari Kontrasepsi Dunia menjadi pengingat bagi pasangan usia subur agar lebih sadar dalam merencanakan kehamilan. Perencanaan keluarga dinilai penting untuk menjaga kesehatan ibu maupun bayi.
“Saya berpesan kepada seluruh pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan, untuk mewujudkan keluarga yang terencana karena tentunya akan berdampak kepada kesehatan bagi bayinya, termasuk juga kepada orang tuanya,” tegasnya.
Selain itu, edukasi KB juga penting untuk mencegah kehamilan pada usia terlalu muda maupun jarak kelahiran yang terlalu dekat yang dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi ibu dan anak.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa































