SEMARANG, Lingkarjateng.id – Sebanyak 17,3 Juta orang diprediksi akan masuk wilayah Jawa Tengah saat arus mudik Lebaran 2026.
Sebagai bentuk persiapan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi lintas sektoral bersama bupati dan walikota beserta forkopimda se-Jawa Tengah di gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, pada Senin, 9 Maret 2026.
Dalam rakor tersebut juga dibahas kesiapan masing-masing sektor. Di antaranya kesiapan sarana prasarana, ketersediaan bahan pokok penting, hingga mitigasi wilayah rawan bencana dan langkah antisipasinya.
Gubernur Ahmad Luthfi berpesan agar masyarakat mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan.
“Tahun ini diprediksi naik 30 persen daripada tahun lalu yakni ada sekitar 17.300.000 pemudik akan masuk tumplek blek ke wilayah Jawa Tengah,” kata Luthfi.
Pihaknya menjelaskan, Pemprov juga akan menyiagakan Posko Terpadu di Kantor Dinas Perhubungan Jateng, Posko Kewilayahan di enam Balai Pengelola Sarana Prasarana Perhubungan Wilayah se-Jateng, posko di 23 Terminal Tipe B, serta patroli mobile di lokasi rawan macet (obyek wisata, pusat keramaian, pasar tumpah, dan lainnya).
“Selain itu kita juga melakukan pemasangan rambu portable; Pemasangan 10 Titik CCTV tambahan; Pelaksanaan mudik dan balik rantau gratis. Di samping itu juga ada ramp check kendaraan angkutan umum di 23 terminal tipe B, serta menyiapkan jalur-jalur alternatif,” katanya.
Saat ditanya mengenai progres perbaikan jalan, Luthfi menyebut jalan berlubang serta pemasangan rambu lalu lintas dan penerangan jalan terus dikebut dalam beberapa waktu terakhir.
“Sebab, kecepatan penanganan sangat diperlukan untuk memastikan setiap jalan mulus tidak ada lubang. Dengan begitu, masyarakat bisa menggunakan jalan tersebut dengan lancar,” sebutnya.
Terkait ketersediaan bahan pokok penting, Gubernur juga meminta agar operasi pasar dan pengecekan dari Satgas Pangan terus dilakukan. Ia tidak menginginkan ada kekurangan stok bahan pokok penting dan penimbunan yang memicu kenaikan harga dan inflasi di wilayahnya.
“Operasi pasar kita perbanyak, saat ini sudah sampai sekitar 300-an kegiatan dilakukan di seluruh kabupaten/kota,” paparnya.
Terkait suplai energi seperti gas Elpiji, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan listrik, ia menyebut Pertamina telah menyampaikan bahwa stok untuk Jawa Tengah aman saat Lebaran.
Begitu halnya dengan listrik, kata dia, PLN sudah melakukan langkah-langkah untuk mengamankan distribusi, termasuk penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
“Gas cukup. Saya ingatkan masyarakat untuk tidak panic buying, nggak usah latah, nggak usah kemrungsung. Stok bbm sangat cukup, kemarin Gus Yasin sudah mengecek ke lapangan, perwakilan Pertamina menyampaikan stok cukup untuk 2 bulan ke depan,” katanya.
Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Sekar S































