BLORA, Lingkarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meresmikan proyek preservasi dua ruas jalan provinsi yang melintasi Kabupaten Blora dengan total anggaran Rp35 miliar, Senin, 2 Maret 2026.
Dua ruas yang diresmikan yakni Todanan–Ngawen dan Singget–Doplang–Cepu. Keduanya dinilai strategis dalam mendukung konektivitas wilayah serta mobilitas barang dan jasa.
Ruas Todanan–Ngawen menyerap anggaran Rp15,4 miliar dengan panjang penanganan sekitar 3.187 meter. Pekerjaan meliputi perkerasan beton sepanjang 500 meter dan perkerasan aspal 2.687 meter.
Jalur ini menjadi penghubung penting antar kecamatan sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian dan produk UMKM.
Sementara itu, preservasi ruas Singget–Doplang–Cepu menelan anggaran Rp19,9 miliar dengan total penanganan 2.567 meter.
Rinciannya, perkerasan aspal 283 meter dan perkerasan beton semen 2.284 meter. Ruas ini berperan dalam menunjang akses menuju kawasan energi nasional di wilayah Cepu.
Luthfi menegaskan pembangunan jalan bukan sekadar membangun konstruksi fisik, melainkan upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar arus orang dan barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Dua jalan yang kita resmikan ini contohnya. Secara tidak langsung akan menumbuhkan ekonomi baru apabila jalan itu mulus,” katanya.
Ia menambahkan, tingkat kemantapan jalan provinsi di Jawa Tengah saat ini telah mendekati 97 persen. Meski demikian, pengawasan kondisi jalan harus terus dilakukan, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam menjaga kualitas jalan adalah faktor air saat musim hujan yang berkepanjangan.
“Kita harus terus cek, apalagi sebentar lagi menghadapi arus mudik Lebaran, di mana Jawa Tengah adalah sentralnya. Jadi kita harus kolaborasi dengan kabupaten atau kota juga,” katanya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid





























