KENDAL, Lingkarjateng.id – Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman KH DR Alamudin Dimyati Rois, pengasuh Pondok Pesantren Al Fadlu Wal Fadhilah Kaliwungu, Kendal, dan anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB.
Ribuan masyarakat Kendal memberikan penghormatan terakhir bagi Gus Alam, tokoh berpengaruh yang meninggalkan jejak besar di Kabupaten Kendal.
Jenazah Gus Alam tiba di lingkungan Al Fadlu Wal Fadhilah sekira pukul 17.35 WIB. Selanjutnya, jenazah Gus Alam kembali disholatkan untuk kemudian dimakamkan bersebelahan dengan makam KH Dimyati Rois.
Prosesi pemakaman Gus Alam dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dan ribuan masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir bagi putra dari ulama kharismatik Kendal, KH Dimyati Rois.
Anggota DPR RI yang juga sebagai Politisi PKB, Tommy Kurniawan, mengatakan bahwa Gus Alam merupakan sosok panutan, sosok yang sangat baik, dan mengayomi.
“Beliau orang yang sangat baik orang yang mengayomi dan juga mengerti bagaimana cara berteman bersahabat, maka dari itu saya sangat kehilangan sekali,” ujarnya.
Tommy mengatakan bahwa usai Gus Alam mengalami kecelakaan, ia selalu memantau perkembangannya melalui beberapa rekan PKB yang ada di Kendal.
“Kemarin, saya pantau terus semenjak beliau kecelakaan kepada teman-teman, karena bangsa di Jawa Tengah yang kebetulan memang santrinya beliau saya telepon setiap hari, satu hari bisa tiga kali,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi, juga terlihat hadir di pemakaman almarhum Gus Alam.
Ahmad Luthfi menyampaikan belasungkawa dan merasa kehilangan atas meninggalnya ulama sekaligus politis PKB tersebut.
“Saya bersama beberapa bupati hari ini datang ke rumah duka Gus Alam. Pertama, saya sebagai gubernur mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya, semoga husnul khotimah,” kata Ahmad Luthfi
Menurutnya, Gus Alam adalah sosok yang baik yang selalu memberikan kontribusi kepada masyarakat, baik posisinya sebagai anggota dewan maupun sebagai tokoh agama.
“Beliau anggota dewan yang membawa aspirasi Jawa Tengah agar lebih baik. Ini kesan yang kami terima. Kami jajaran Pemprov dan bupati/wali kota merasa kehilangan putra terbaik untuk Jawa Tengah,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Gus Alam.
“Kami atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kendal mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Gus Alam,” ujar Mbak Tika.
Menurutnya, selain sebagai Politisi PKB dan Anggota DPR RI, Gus Alam merupakan salah satu tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama yang menjadi contoh bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kendal.
“Kami juga merasa kehilangan, karena beliau termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ada di Kabupaten Kendal ini. Kami berdoa semoga beliau diberikan tempat terindah di sisi-Nya. Semoga keluarganya diberikan ketabahan dan keikhlasan. Semoga nanti keluarganya juga dapat meneruskan perjuangan beliau,” tuturnya. (Lingkar Network | Arvian Maulana – Lingkarjateng.id)































