SEMARANG, Lingkarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pembangunan daerah harus kolaboratif dan berbasis kearifan lokal.
Hal tersebut diutarakan say mengikuti acara Jateng Bersholawat peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Kantor Gubernur Jateng, Minggu, 1 Juni 2025.
Alasan Ahmad Luthfi menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan daerah karena wilayah Jateng yang lusa dan penduduknya yang padat sekitar 37 juta jiwa. Oleh sebab itu pembangunan tidak bisa dilakukan secara parsial atau menyelesaikan masalah kasus per kasus.
“Karena kondisi wilayah dan karakter masyarakat yang beragam, kita tidak bisa membangun Jawa Tengah sendirian. Bahasa Jawanya, deso mowo coro — setiap daerah punya cara dan kearifan lokal masing-masing,” tegasnya.
Mantan Kapolda Jateng itu menyebut, dalam menyelesaikan permasalahan daerah, pemerintah menerapkan pendekatan jangka pendek, menengah, dan panjang, yang dilandasi oleh prinsip ngopeni (merawat) dan nglakoni (menjalankan).
“Ngopeni itu bagaimana pemimpin memahami persoalan rakyatnya. Kantor Gubernur adalah rumah rakyat, siapa saja boleh datang menyampaikan keluhan. Bagi masyarakat yang jauh, bisa melalui Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) di tiap karisidenan,” jelasnya.
Selain itu melalui Bakorwi, kata Luthfi, berbagai persoalan masyarakat dapat ditampung dan ditangani secara lebih dekat dan cepat.
Sementara itu, Bupati Pati Sudewo menyampaikan bahwa dalam 100 hari masa kerja pemerintahan Ahmad Luthfi telah banyak program Pemprov Jateng yang memberikan dampak nyata bagi Kabupaten Pati.
“Program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) sangat membantu warga kami. Banyak yang masih tinggal di rumah tidak layak, dan kini mendapat bantuan dari Pak Gubernur,” ungkapnya.
Sudewo juga menyebutkan kolaborasi Pemprov dengan Kabupaten Pati dalam program Kecamatan Berdaya, yang menyentuh sektor perempuan, UMKM, disabilitas, dan ekonomi kreatif.
“Di bidang infrastruktur, kami mendapat dukungan lewat program bantuan keuangan (bankeu) kabupaten dan desa, untuk pembangunan jalan poros desa maupun jalan kabupaten,” tambahnya.
Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis kebutuhan daerah, Ahmad Luthfi berharap pembangunan Jawa Tengah dapat berjalan lebih merata dan menyeluruh.
Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Ulfa































