KUDUS, Lingkarjateng.id – Graha Muria dan Pondok Wisata bisa menjadi rekomendasi penginapan bagi wisatawan maupun peziarah saat berkunjung ke wisata Kawasan lereng Gunung Muria.
Kepala UPT Obyek Wisata Colo pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Merry Widyamurti, menyebutkan ada beberapa pilihan kamar yang ditawarkan di Graha Muria.
Diantaranya ada delapan kamar utama dengan kapasitas dua orang yang dilengkapi fasilitas seperti AC, smart tv, dan air panas. Harga yang ditawarkan pun murah, yakni Rp220 ribu per malam.
“Kemudian kami juga ada empat kamar paviliun yang bisa digunakan untuk lima sampai enam orang per kamarnya. Harganya Rp200 ribu,” katanya, Sabtu, 28 Juni 2025.
Graha Muria juga memiliki kamar tipe bangsal besar dan bangsal kecil. Kamar bangsal besar bisa digunakan hingga 21 orang dengan tarif Rp550 ribu. Sedangkan bangsal kecil untuk tujuh orang tarifnya Rp275 ribu.
Resto MVR Kudus, Spot Kulineran Sambil Nikmati Wahana Wisata Seru
Selain itu, adapula empat villa yang bisa disewa wisatawan dengan harga mulai Rp200 hingga Rp300 ribu per malam.
Merry mengatakan fasilitas yang ditawarkan setiap kamar di Graha Muria dipastikan bersih dan nyaman untuk menginap.
Merry menjelaskan, Graha Muria memiliki aula dan ruang pertemuan yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan seperti resepsi, kegiatan LDK, pelatihan, hingga halal bihalal.
Wisatawan yang membawa rombongan bisa sekaligus memasan paket makanan maupum coffee break. Wisatawan bisa memesan kamar di Graha Muria dengan menghubungi nomor 0856-0057-8646.
Sementara itu penginapan Pondok Wisata biasanya lebih sering dikunjungi para peziarah dari luar daerah dengan biaya sewa menginap hanya Rp15 ribu per orang per malam.
Pondok Wisata menawarkan tempat menginap sederhana dengan matras lantai. Hal ini lantaran wisatawan yang menginap hanya sekedar transit saja.
“Meski sederhana, fasilitas di Pondok Wisata tetap nyaman dan bersih. Ada kipas angin dan toilet bagi pengunjung. Kamarnya juga ada banyak, bisa digunakan hingga tiga rombongan bis,” ungkapnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa Puspa





























