PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Angin Monsun Timur atau angin muson yang biasanya bertiup dari arah timur pada bulan April sampai Oktober mengakibatkan gelombang laut yang cenderung tinggi. Hal ini, meningkatkan risiko limpasan air laut ke daratan. Pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan menunjukkan bahwa gelombang di Pantai Pasir Kencana terus meningkat.
Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kota Pekalongan, Aprilyanto Dwi Purnomo menyatakan bahwa musim kemarau akan berlangsung hingga November, hal itu merujuk data prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Namun, ada kemungkinan hujan dengan intensitas sedang mulai turun pada Oktober,” jelasnya, pada Selasa, 9 Juli 2024.
Aprilyanto mengungkapkan bahwa wilayah Pekalongan Utara saat ini aman dari rob, namun daerah Pekalongan Barat masih sering mengalami banjir.
“Rob biasanya terjadi sesuai dengan fase bulan, yakni awal, pertengahan, dan akhir bulan. Pada pertengahan bulan, durasi rob cenderung lebih lama, sementara di awal dan akhir bulan hanya berlangsung sekitar 1-2 jam,” ujarnya.
Meskipun ketinggian gelombang laut saat ini masih aman di bawah satu meter, BPBD terus melakukan monitoring di daerah rawan serta memantau perubahan tinggi permukaan air laut.
“Kami terus memantau dan siap menghadapi segala kemungkinan,” tandas Aprilyanto.
Penanggulangan bencana di Kota Pekalongan, menurut Aprilyanto, memerlukan keterlibatan berbagai pihak.
“Tidak hanya pemerintah dan instansi terkait, masyarakat juga harus berperan aktif dalam pencegahan dan penanganan bencana,” tegasnya.
Upaya bersama ini diharapkan dapat mengurangi dampak bencana dan memastikan keselamatan warga, khususnya di wilayah pesisir yang rentan terhadap gelombang tinggi dan rob. (Lingkar Network | Fahri Akbar – Lingkarjateng.id)
































