LINGKAR,REMBANG-Bertemakan “Dharma Bhakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan di Wilayah”. Pada Rabu pagi, 8 Mei 2024, Bupati Rembang yang ditunjuk sebagai inspektur upacara, membuka Acara TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II di Desa Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang.
TMMD sendiri sejalan dengan visi dan misi Kodim 0720/Rembang dalam membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di wilayahnya.
Kegiatan tersebut juga merupakan salah satu program Kementerian Pertahanan dan TNI AD yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan di pedesaan dan daerah terpencil.
Melalui TMMD, TNI bekerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam melaksanakan berbagai proyek pembangunan, seperti infrastruktur jalan, jembatan,dan sarana kesehatan.
Acara TMMD tahap II ini juga dihadiri oleh para perwira dan Danramil Kodim 0720/Rembang, pemerintah daerah setempat, dan para tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Rembang H. Abdul Hafidz menyampaikan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjalankan program TMMD ini.
Ia juga mengajak semua pihak untuk bekerja sama dengan semangat gotong royong dalam mewujudkan percepatan pembangunan daerah terpencil.
“Sinergi antar instansi sangat penting, ya karena dengan kami bergandengan maka kami yakin, pembanguanan wilayah atau daerah terpencil akan semakin cepat,” ujarnya.
Selain itu, Hafidz juga berharap kegiatan TMMD ini mampu memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat.
Target TMMD tahap II ini, berbagai pembangunan akan dilakukan di wilayah Kabupaten Rembang.
Beberapa proyek yang sudah direncanakan antara lain pengaspalan jalan dengan ukuran panjang 224 m, lebar 2,5 m, tinggi 0, 20 m, dan sasaran rabat beton panjang 256 m, lebar 2,5 m, tinggi 0, 15 m, pembangunan talud, pembangunan RTLH 2 unit, serta jambanisasi 3 unit.
Dalam pelaksanaan TMMD tahap II ini, Kodim 0720/Rembang juga akan melibatkan masyarakat setempat dalam setiap tahapan proyek pembangunan. Hal ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif dan rasa memiliki masyarakat terhadap pembangunan di wilayahnya sendiri. (Lingkar Network | Vicky Rio – Lingkarjateng.id)

































