SALATIGA, Lingkarjateng.id – Lonjakan arus mudik dan balik lebaran 2026 diprediksi akan membuat Exit Tol Tingkir menjadi salah satu titik paling rawan kemacetan di Kota Salatiga.
Mengantisipasi hal tersebut, Polres Salatiga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas khusus, mulai dari one way lokal hingga sistem buka tutup arus.
Kasi Humas Polres Salatiga, Ipda Sutopo, mengatakan skenario ini akan diterapkan secara situasional melihat kondisi di lapangan, terutama saat volume kendaraan mulai meningkat signifikan.
“Ketika arus mulai padat, khususnya di Exit Tol Tingkir, akan kami berlakukan one way lokal untuk mengurai kepadatan,” ujarnya, Rabu, 18 Maret 2026.
Namun, jika kondisi semakin parah hingga terjadi stagnasi atau kendaraan tidak bergerak, pihaknya akan langsung menerapkan sistem buka tutup arus.
Ia menjelaskan bahwa dalam skenario tersebut, apabila pintu keluar Exit Tol Salatiga mengalami kemacetan total, maka kendaraan dari arah Suruh akan dialihkan melalui jalur Tegalwaton.
Sementara itu, arus kendaraan menuju Suruh akan dihentikan sementara di Perempatan Tingkir guna memberikan prioritas bagi kendaraan yang keluar dari tol.
“Arus dari exit tol akan kami buka penuh, baik ke arah Simpang Empat Tingkir maupun ke arah Suruh secara bergantian sesuai situasi. Setelah kondisi kembali normal, rekayasa lalu lintas akan dikembalikan seperti semula,” jelasnya.
Tak hanya di kawasan exit tol, potensi kepadatan di dalam kota juga menjadi perhatian. Jika terjadi stagnasi di ruas-ruas jalan utama, petugas akan melakukan pengaturan lalu lintas dan mengarahkan kendaraan ke jalur alternatif yang telah disiapkan.
Polres Salatiga mengimbau para pemudik untuk tetap tenang, mematuhi arahan petugas, serta memperhatikan rambu-rambu yang ada demi kelancaran perjalanan.
“Dengan skema ini, diharapkan kepadatan ekstrem di Exit Tol Tingkir dapat diminimalisir, sehingga arus mudik dan balik Lebaran di Salatiga tetap terkendali dan aman,” pungkasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Rosyid






























