Kudus (lingkarjateng.id) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kudus mulai mematangkan langkah politik jelang Pemilu 2029. Bahkan, DPD PAN Kudus menargetkan Pemilu 2029 bisa mendapatkan tambahan kursi dibanding sebelumnya.
Strategi yang dilakukan yakni dengan memperkuat konsolidasi internal. Salah satunya yakni melalui kegiatan Pendidikan Politik Rapat Koordinasi Pra Muscab di Aula Kantor DPD PAN Kudus, Selasa (17/3).
Penataan organisasi pun telah dilakukan secara berjenjang, dimulai dari tingkat kabupaten hingga ke ranting, guna memastikan kesiapan partai menghadapi kontestasi mendatang.
Ketua DPD PAN Kudus, Endang Kursistiyani, menyampaikan bahwa untuk menghadapi Pemilu 2029, pihaknya sudah mulai mempersiapkan dari sekarang. “Dengan persiapan yang matang sejak sekarang, kami optimistis bisa meraih hasil yang lebih baik di 2029,” katanya, Selasa (17/3).
PAN Kudus menargetkan peningkatan jumlah kursi legislatif di empat daerah pemilihan yang ada. Optimisme tersebut didukung oleh kesiapan organisasi dan penguatan kader yang terus dilakukan.
“Kami tidak hanya mengandalkan figur, tetapi juga memperkuat soliditas organisasi. Target kami jelas, kursi harus bertambah,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa struktur kepengurusan tingkat kabupaten telah resmi terbentuk dan siap menjalankan roda organisasi.
“Alhamdulillah, kepengurusan di tingkat kabupaten sudah terbentuk lengkap sesuai surat keputusan, mulai dari ketua, sekretaris, bendahara, hingga Majelis Pertimbangan Partai Daerah,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan organisasi, PAN Kudus akan menggelar musyawarah cabang (muscab) yang diawali dengan tahapan pra-muscab di sembilan kecamatan. Proses ini menjadi langkah awal dalam menjaring formatur kepengurusan di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
“Setiap DPC minimal mengajukan satu paket kepengurusan yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara. Namun bisa juga lebih dari satu, tergantung kebutuhan di masing-masing wilayah,” jelas Endang.
Ia menegaskan bahwa seluruh usulan tersebut tidak serta-merta ditetapkan, melainkan akan melalui proses seleksi di tingkat daerah sebelum diajukan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Tengah.
“Semua usulan akan kami seleksi terlebih dahulu, kemudian diajukan ke DPW untuk mendapatkan persetujuan. Penetapan akhirnya tetap berada di DPW,” tegasnya.
Pelaksanaan muscab dijadwalkan berlangsung setelah Lebaran 2026, mengikuti petunjuk teknis dari DPW yang mengatur pelaksanaan secara serentak dan terkoordinasi, termasuk melalui mekanisme virtual. Setelah terbentuk di tingkat cabang, proses konsolidasi akan dilanjutkan hingga ke tingkat ranting.
Selain fokus pada pembentukan struktur, PAN Kudus juga memberikan perhatian pada kualitas kepemimpinan dengan mendorong sinergi antara kader senior dan generasi muda.
“Kami ingin ada kolaborasi yang seimbang. Kader senior memiliki pengalaman, sementara generasi muda lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan punya semangat tinggi,” katanya.
Menurutnya, perpaduan tersebut menjadi kunci dalam menghadapi dinamika politik yang terus berkembang, terutama di era digital yang membutuhkan strategi komunikasi yang lebih luas dan efektif.
Di sela agenda konsolidasi, PAN Kudus juga menggelar kegiatan sosial berupa santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Sebanyak 100 anak menerima bantuan yang diserahkan secara simbolis.
“Kegiatan ini bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim. Sebelumnya juga sudah kami lakukan di Panti Asuhan Aisyiyah Putri,” pungkasnya.***
Jurnalis : Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor : Fian






























