PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Pendidikan (Dindik) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar mutu. Setiap menu makanan yang didistribusikan ke sekolah telah melewati proses quality control (QC) sejak dapur penyedia hingga sampai ke tangan peserta didik.
Kepala Bidang SD Dindik Kota Pekalongan, Siti Nurul Izzah, menyampaikan bahwa paket MBG selalu dipantau ketat. Dia menyebut makanan diuji secara organoleptik di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan kembali dicek saat tiba di sekolah.
“Alhamdulillah, distribusi maksimal hanya 4 jam dari dapur, bahkan kami minta petugas SPPG memastikan penyaluran tidak lebih dari 2 jam,” ujar Izzah pada Senin, 22 September 2025.
Izzah menjelaskan bahwa distribusi MBG dilakukan setiap pagi sebelum pukul 09.00 WIB. Sekolah yang berlokasi dekat dapur menerima lebih awal sekitar pukul 06.30 WIB, sedangkan yang lebih jauh mendapatkan jatah sedikit lebih siang.
Hingga kini, kata dia, 50 persen sekolah dasar negeri, swasta, maupun madrasah ibtidaiyah (MI) di Kota Pekalongan sudah menerima paket MBG.
Koordinator SPPG Wilayah Kota Pekalongan, M. Noor Faishal Zakiy, menambahkan saat ini terdapat 14 dapur MBG yang melayani 51 ribu anak dari target 102 ribu penerima manfaat. Program ini menyasar siswa TK/PAUD, SD/MI, SMP/MTs, hingga pendidikan nonformal.
“Menu disusun sesuai standar gizi Kementerian Kesehatan, dengan komposisi 40 persen karbohidrat, 30 persen protein, dan 30 persen vitamin. Susu juga tersedia sebagai pendamping sesuai kebutuhan penerima manfaat,” jelas Faishal.
Distribusi MBG dilakukan Senin hingga Jumat. Untuk sekolah yang libur pada hari Jumat, paket ganda dikirim Kamis pagi dengan dua jenis, yaitu paket berwadah ompreng seperti biasanya dan paket makanan ringan seperti biskuit, sesuai juknis Badan Gizi Nasional (BGN). Sementara itu, pada akhir pekan tidak ada distribusi.
“Dengan pengawasan ketat, menu variatif, dan koordinasi lintas instansi, program MBG di Kota Pekalongan diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi anak serta mendukung tumbuh kembang generasi emas,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Rosyid































