Pekalongan (lingkarjateng.id) – Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Tegal bersama Satlantas Polres Pekalongan melakukan penanganan perbaikan jalan berlubang di titik-titik rawan kecelakaan yang membahayakan keselamatan pengendara, Selasa (3/2/2026).
Perbaikan juga dilakukan dalam rangka mendukung Operasi Keselamatan Candi 2026. Pantauan di lapangan, petugas kepolisian turut mengamankan arus lalu lintas dan melakukan pengaturan kendaraan agar selama penegerjaan serta tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan.
Staf Teknik Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Tegal, Slamet Priyono, menjelaskan kerusakan jalan berlubang dipicu oleh cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Sehingga kondisi itu mempercepat kerusakan lapisan aspal, terlebih intensitas lalu lintas yang tinggi.
Untuk mempercepat penanganan, pihaknya memanfaatkan setiap kesempatan cuaca cerah guna melakukan penambalan menggunakan Campuran Aspal Panas (CAP), khususnya pada ruas jalan yang banyak mendapat keluhan dari masyarakat.
Ia memerinci, alokasi aspal panas yang digunakan setiap harinya cukup besar. Pada ruas Wiradesa–Kajen disiapkan sekitar 10 hingga 15 ton aspal, ruas Pemalang–Bantarbolang sebanyak 10 ton, serta ruas Kajen–Kalibening sekitar 5 ton.
“Total ruas Wiradesa–Kajen ini sekitar 14 kilometer yang masih dalam pemeliharaan kontraktor, sisanya ada sekitar 5 kilometer yang kami tangani secara spot-spot atau di titik-titik tertentu,” jelasnya.
Ia berharap seluruh lubang di ruas-ruas tersebut dapat tertangani sebelum arus mudik Hari Raya Lebaran 2026 agar masyarakat dapat berkendara dengan aman dan nyaman.
Dilokasi yang sama, Kanit Turjawali Satlantas Polres Pekalongan, Ipda Hasyim, mengatakan ini sebagai tindak lanjut atas banyaknya aduan masyarakat terkait jalan berlubang, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui media sosial Polres Pekalongan.
Menurutnya, koordinasi dengan PU Provinsi telah dilakukan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan penambalan. Diakuinya, kerusakan jalan tersebar di wilayah hukum Polres Pekalongan. Di Bojong ini prioritas utama perbaikan, sebab kondisi yang membahayakan pengendara.
“Ada tiga titik parah, yaitu di Ketitang, Gejlik, dan dekat Pasar Bojong. Kemarin sudah teratasi sebagian, tinggal titik di sini dan Gejlik yang sedang dikerjakan. Rata-rata kedalaman lubang bervariasi, bahkan ada yang melebihi 10 cm,” ungkap Ipda Hasyim.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat malam hari di ruas jalan yang minim penerangan. Utamakan keselamatan daripada kecepatan,” imbaunya. ***
































