JEPARA, Lingkarjateng.id – Kasus dugaan keracunan makanan di SD Negeri 2 Jatibarat, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara kini dalam penanganan Dinas Kesehatan setempat.
Kepala Dinkes Jepara, Hadi Sarwoko, menyampaikan bahwa pihaknya masih merunut kejadian dugaan keracunan makanan tersebut setelah menerima laporan awal dari Kepala Puskesmas Pecangaan, dr. Triyono.
Berdasarkan informasi sementara, sumber keracunan diduga berasal dari jajanan yang dijual di lingkungan sekolah. Siswa sempat mengalami keluhan mual, muntah, dan pusing.
Petugas puskesmas telah melakukan pengecekan lokasi kejadian serta mengambil sampel makanan untuk pemeriksaan lebih lanjut di tingkat dinas.
“Teman-teman puskesmas sudah melakukan pengecekan lokasi dan mengambil sampel untuk ditindaklanjuti di dinas. Anak-anak yang terdampak, sementara ini sekitar 11 orang, sudah diberikan pelayanan terbaik. Selanjutnya akan dilakukan penyelidikan epidemiologi,” terang Hadi, Jumat, 9 Januari 2026.
Ia menjelaskan bahwa siswa yang mengalami keracunan telah mendapatkan penanganan medis dan kondisinya terus dipantau tenaga kesehatan.
Dinas Kesehatan mengimbau pihak sekolah dan orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap jajanan yang dikonsumsi anak-anak sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Sebelumnya, sebanyak 11 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Jatibarat, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi jajanan mie goreng yang dibeli dari pedagang keliling di depan sekolah, Kamis, 8 Januari 2026.
Guru SDN 2 Jatibarat, Zuliyati, mengungkapkan siswa yang mengalami keluhan berasal dari berbagai jenjang kelas. Rinciannya, dua siswa kelas 1, satu siswa kelas 2, empat siswa kelas 3, tiga siswa kelas 4, dan satu siswa kelas 5.
Ia mengatakan para siswa mengeluhkan mual, pusing, dan muntah-muntah sehingga harus dilarikan ke pusat kesehatan (puskesmas) setempat.
“Dugaannya karena mie goreng yang dikonsumsi. Dari muntahan siswa, terlihat jelas berupa mie,” katanya.
Zuliyati menjelaskan, pihak sekolah bersama tenaga kesehatan puskesmas masih melakukan observasi medis untuk memastikan kondisi para siswa tetap baik dan mencegah gejala bertambah parah.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa































