Blora (lingkarjateng.id) – Komunitas pegiat seni di Kabupaten Blora, menggelar kegiatan pameran yang tak biasa. Yakni mempersembahkan kesenian berbasis teknologi proyeksi dan augmented reality (AR), selama sepekan di Hotel Azzana, hingga 8 Februari 2026.
Koordinator Red House Art Lab, Adhi Ardhiansyah, mengatakan pameran yang mengusung tema art exihibition itu ingin menampilkan hal baru dan pertama di Blora.
Acara tersebut diarahkan sebagai alat refleksi untuk menumbuhkan seni di Kabupaten Blora. “Pameran Rekam Jejak 2026 ini diselenggarakan awal tahun sebagai momentum refleksi dan mengajak semuanya untuk menumbuhkan seni dalam banyak hal,” kata Adhi, Selasa (3/2).
“Pameran ini terbuka untuk umum dan gratis,” sambung dia.
Adhi menjelaskan, konsep yang digunakan adalah pameran imersif dengan mengoptimalkan pengalaman seni digital. Dalam pameran itu juga memadukan seni grafis, musik dan visual.
“Ada sebanyak 15 proyektor yang mengeluarkan visual kesenian, dan ada juga tampilan seni sarasi yang dipamerkan. Pameran juga dilaksanakan selama satu minggu, dibuka jam 6 sore sampai 9 malam,” jelasnya.
Salah satu pengunjung pameran, Devi Lestari mengaku terpukau saat datang ke pameran. Karya seni dibalut dengan visual bagus itu baru pertama kali di Blora.
“Saya kebetulan pecinta seni dan ini pertama kali di Blora, kalau di foto dan didokumentasikan itu bagus. Semoga kedepannya ada banyak pameran yang seperti ini di Blora,” ucapnya. ***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Fian




























