KENDAL, Lingkarjateng.id – Ribuan warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Kendal dan sekitarnya tumpah ruah pada pembukaan Syawalan Fest di Alun-Alun Kaliwungu, Minggu, 29 Maret 2026 malam
Nuansa tradisi Syawalan yang religius tersebut dipadukan dengan kemeriahan pesta rakyat sehingga menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk mengisi momen libur lebaran.
Para pengunjung memadati Alun-Alun Kaliwungu. Wahana permainan diserbu anak-anak. Semenatar tenda semi permanen yang berjejer menawarkan berbagai produk UMKM dari permainan tradisional hingga kuliner khas syawalan.
Salah satu pengunjung, Artanti, warga Brangsong, mengaku sengaja datang bersama keluarga besarnya untuk merasakan suasana Syawalan di Kaliwungu.
“Kami datang bersama keluarga, termasuk saudara dari Jakarta. Sore tadi sudah ziarah ke makam Kiai Guru, malamnya menikmati suasana pasar malam,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu daya tarik utama yang selalu dicari pengunjung adalah sumpil, kuliner khas Kaliwungu yang terbuat dari nasi yang dibungkus daun jati berbentuk segitiga. Makanan ini menjadi buruan wajib karena sulit ditemukan di hari-hari biasa.
“Selain ziarah, kami sengaja ke sini untuk mencicipi kuliner khas Kaliwungu yakni Sumpil dan beberapa jajan tradisional lainnya,” tambahnya.
Di sisi lain, Laili, pengunjung asal Mororejo, menyebutkan bahwa perpaduan antara hiburan modern dan nilai tradisional membuat Syawalan tahun ini terasa lebih meriah.
“Sekarang makin meriah karena banyak hiburan dan pilihan kulinernya. Tidak cuma ziarah, tapi bisa jadi tempat rekreasi lengkap,” ungkapnya.
Syawalan Fest dipusatkan di Alun-alun Kaliwungu, mulai 25 Maret—7 April 2026. Kegiatan ini juga dimeriahkan panggung kreatif yang menampilkan pertunjukan seni religi, tari Sufi, hingga bintang tamu Mutik Nida (Ratu Kendang) dan Gus N Rosses.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa






























