PATI, Lingkarjateng.id – Puluhan siswa di SMKN 4 Pati diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi makan bergizi gratis (MBG) pada Senin, 9 Februari 2026. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.35 WIB setelah paket MBG dibagikan oleh SPPG Yayasan Patriot Bangsa.
Akibat kejadian itu, puluhan siswa harus dilarikan ke Rumah Sakit Keluarga Sehat (KSH) Pati untuk mendapatkan penanganan medis. Tercatat ada sebanyak 22 siswa yang diduga mengalami keracunan MBG.
Guru SMKN 4 Pati sekaligus PIC MBG, Tri Rahajoe, menjelaskan bahwa MBG seperti biasa tiba di sekolah sekitar pukul 11.00 WIB dan mulai dibagikan saat jam istirahat.
“Anak-anak mulai kita bagikan paket MBG. Yang dapat giliran pertama kemungkinan langsung memakannya. Saat pembagian masih berlangsung, saya mendapat laporan dari kelas 10 TM 2 ada siswi yang kejang,” ujar Tri.
Ia menyebut, siswi tersebut belum menghabiskan makanannya ketika tiba-tiba jatuh dan menunjukkan gejala mual hingga tidak bisa berdiri. Tri kemudian segera membawa dua siswa pertama ke RS Keluarga Sehat Hospital.
“Sekitar 20 sampai 30 menit setelah saya di rumah sakit, menyusul lagi sekitar lima anak. Beberapa menit kemudian bertambah lagi hingga total 21, dan satu siswa lainnya menyusul. Jadi total ada 22 siswa,” jelasnya.
Mengetahui adanya dugaan keracunan, pihak sekolah langsung menghentikan konsumsi MBG hari itu.
“Saya langsung mengumumkan lewat mic sentral agar paket MBG hari ini tidak perlu dimakan karena ada indikasi keracunan,” tambahnya.
Sebelum dibagikan, ia juga telah mencicipi seluruh menu MBG, termasuk susu dan lauk ayam. Menu MBG hari itu terdiri dari nasi, ayam garang asem putih, tahu crispy, sayur labu siam, dan buah semangka.
“Selama lebih dari satu tahun program ini berjalan, kami aman-aman saja. Ini kejadian pertama,” ungkapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati sekaligus Ketua Satgas MBG Pati, Risma Ardhi Chandra, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut SPPG yang menyalurkan MBG berasal dari Rendole, Desa Muktiharjo, yang dikelola Yayasan Patriot Bangsa.
“SPPG ini merupakan SPPG percontohan pertama di Kabupaten Pati dan selama ini telah menjalankan SOP. Saat ini kami masih melakukan observasi dan sampel makanan sudah dikirim ke Semarang,” kata Chandra.
Ia menjelaskan, para siswa mengalami gejala mual, pusing, dan sebagian muntah. Namun, kondisi para siswa kini mulai membaik.
“Sebagian besar sudah membaik, meski ada beberapa yang masih mual dan pusing. Semua siswa terkontrol dan dirawat di RS KSH,” ujarnya.
Chandra menambahkan, pemerintah daerah langsung mengambil langkah antisipasi dengan mengingatkan seluruh SPPG di Kabupaten Pati untuk memperketat standar operasional prosedur, khususnya terkait bahan baku makanan.
“Raw material ini faktor paling berisiko. Penyimpanan, rantai dingin, dan kesegaran bahan sebelum diolah harus benar-benar diperhatikan. Kalau tidak fresh, mau diolah bagaimana pun tetap berisiko,” tegasnya.
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Tia
































