SEMARANG, Lingkarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mengimbau kepada 35 kepala daerah dan aparatur sipil negara (ASN) mulai menggunakan sepeda dan angkutan umum, atau bahkan jalan kaki saat berangkat ke kantor.
Sebagaimana diketahui, pemerintah pusat merencanakan skema WFH diterapkan secara terbatas, yakni satu hari dalam lima hari kerja. Kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya berlaku bagi ASN, tapi juga sektor swasta dan pemerintah daerah untuk menekan konsumsi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).
“Kami masih menunggu edaran resmi Pemerintah soal efisiensi. Tapi intinya, Pemprov Jateng sudah siap ambil langkah,” kata Luthfi seusai penandatanganan pakta integritas bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gradhika Semarang, Senin, 30 Maret 2026.
Selain itu, pihaknya juga akan menyiapkan langkah-langkah, salah satunya memaksimalkan 2.500 desa mandiri energi yang ada di Jawa Tengah serta pemanfaatan gas alam oleh Jateng Agro Berdikari (JTAB) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Dia [JTAB] gunakan gas alam, sudah pakai di beberapa tempat,” terangnya.
Saat disinggung soal penghematan energi di lingkungan Pemprov ASN, Lutfi menyebut sedang melakukan kajian. Ia menegaskan nantinya akan dilakukan oleh seluruh kepala daerah dan ASN walaupun pihaknya belum menyampaikan target energi yang akan dihemat.
“Hari tertentu nanti, ASN bisa naik sepeda dengan seluruh bupati/walikota. Terus bisa pakai kendaraan umum. Kalau perlu, lari pulang-pergi [kantor],” imbuhnya.
Opsi lain yang nantinya akan ditempuh Pemprov Jateng dalam penghematan energi ialah menerapkan work from home (WFH) atau work from anywhere (WFA). Namun, hari penerapannya masih dalam pembahasan lebih lanjut.
“WFA juga sama akhirnya kami kaji. Tapi saat pemerintah keluarkan edaran, kami siap,” ungkapnya.
Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Sekar S






























