Salatiga (lingkarjateng.id) – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Salatiga dalam beberapa hari terakhir tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas perekonomian, khususnya harga kebutuhan pokok. Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional terpantau relatif stabil, bahkan sebagian mengalami penurunan.
Pantauan lingkarjateng.id di Pasar Raya Salatiga, Rabu, 14 Januari 2026, menunjukkan harga telur ayam ras kini berada di kisaran Rp 28.500 per kilogram. Angka tersebut turun dibanding saat momen Natal dan tahun baru lalu yang sempat menyentuh Rp 30.000 per kilogram.
Sementara harga daging ayam ras masih stabil di kisaran Rp 31.500 per kilogram. “Harga telur sudah turun. Saat tahun baru lalu harganya Rp 30.000 per kilogram, sekarang Rp 28.500,” ujar Sulastri, pedagang sembako di Pasar Raya Salatiga.
Penurunan juga terlihat pada sejumlah komoditas cabai. Harga cabai rawit merah tercatat Rp 22.500 per kilogram, cabai keriting Rp 20.000 per kilogram, cabai merah teropong Rp 35.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau berada di angka Rp 55.000 per kilogram.
Yanik (49), salah satu pedagang cabai menyebut stabilnya harga dipicu melimpahnya pasokan dari distributor maupun petani. Kondisi curah hujan tinggi tak pengaruhi suplai karena sebagian besar cabai dari luar daerah. “Pasokan banyak, jadi harga tetap stabil dan terjangkau,” katanya.
Harga beras pun terpantau tidak mengalami gejolak. Beras kualitas premium dijual seharga Rp 14.600 per kilogram, sedangkan beras kualitas medium berada di angka Rp 13.200 per kilogram.
Sebelumnya, Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah memastikan ketersediaan stok pangan di Kota Salatiga aman hingga pertengahan tahun 2026. Meski demikian, Pemerintah Kota Salatiga tetap melakukan langkah antisipatif agar harga pangan di tingkat masyarakat tetap terkendali.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menegaskan bahwa ketersediaan stok harus diiringi dengan sistem distribusi yang efisien dan berpihak pada masyarakat. Salah satunya dengan memperkuat kolaborasi antara Bulog, Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU), dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
“Ketersediaan stok sudah aman. Tugas kita berikutnya memastikan distribusinya tertata. KKMP kita perkuat sebagai jalur distribusi langsung ke masyarakat, dengan dukungan PDAU dan Bulog,” tegas Robby.
Saat ini, Kota Salatiga telah memiliki 23 unit KKMP yang sebagian besar telah berkembang menjadi Rumah Pangan Kita (RPK). Melalui jaringan tersebut, distribusi pangan diharapkan semakin efisien dan mampu menjaga stabilitas harga di tengah dinamika cuaca ekstrem.
Jurnalis : Angga Rosa
Editor : Fian






























