PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, menegaskan perbaikan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) segera memperbaiki ruas-ruas jalan yang rusak, terutama yang membahayakan pengguna dan dilalui banyak warga setiap hari.
Instruksi tersebut disampaikan Bupati saat meninjau jalan rusak di Desa Krandon, tepatnya sebelah barat Jembatan Pintu Gembiro, Kecamatan Bojong, Rabu, 1 Oktober 2025.
“Jalan, kesehatan, dan pendidikan anak-anak kita itu prioritas utama. Harus kita perbaiki, meski kondisi keuangan terbatas,” ujar Fadia.
Menurutnya, laporan kerusakan di ruas Desa Krandon sudah berulang kali masuk melalui kanal “Halo Bupati” maupun media sosial. Pemerintah daerah langsung mengalokasikan anggaran Rp1 miliar untuk membeton jalan tersebut tahun ini.
Fadia menjelaskan, dari total 632 kilometer jalan di Kabupaten Pekalongan, tingkat kemantapan baru mencapai 74–78 persen. Masih ada sekitar 22 persen jalan yang mengalami kerusakan. Karena keterbatasan anggaran, perbaikan diprioritaskan pada ruas paling mendesak.
“Kalau bisa semua jalan selesai diperbaiki dalam setahun. Namun kita harus memilih mana yang paling berbahaya dan padat pengguna,” katanya.
Selain mengandalkan APBD, Pemkab Pekalongan juga terus menjalin koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat agar pembangunan infrastruktur bisa lebih cepat.
“Kita harus bergerak bersama. Saya bersama Wakil Bupati, Sekda, OPD, hingga dewan mencari dukungan agar pembangunan jalan segera tuntas,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar S





























