DEMAK, Lingkarjateng.id – Bupati Demak Eisti’anah buka suara terkait wacana penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) satu hari dalam sepekan.
Wacana tersebut sebelumnya mencuat sebagai upaya pemerintah pusat untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dengan skema WFH yang tidak hanya menyasar ASN, tetapi juga pekerja swasta hingga pelajar.
Menanggapi hal itu, Bupati Eisti’anah menegaskan bahwa, hingga saat ini, Pemkab Demak belum menerapkan kebijakan WFH dan masih menjalankan sistem kerja seperti biasa.
“Kita masih seperti biasa, kita masih dengan faktor efisiensi yang kita lakukan untuk penganggaran 2026,” ujarnya, baru-baru ini.
Menurutnya, kebijakan yang diambil Pemkab Demak saat ini lebih diarahkan pada optimalisasi kinerja dan pelayanan publik, tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.
Sementara itu, selama periode cuti Lebaran, Eisti’anah memastikan pelayanan publik tetap berjalan, terutama untuk sektor-sektor penting.
“Kalau memang sifatnya emergency berkaitan dengan kesehatan itu masih ada yang stanby. Dan hal hal yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat masih stanby,” katanya.
Di momen hari raya ini, Eisti’anah juga menyampaikan bahwa momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Tentunya kami secara pribadi dan mewakili seluruh jajaran Pemkab Demak, mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin,” ucapnya.
“Tentunya masih banyak kekurangan dari Pemkab Demak, kita saling mendoakan saling support untuk bisa memberikan yang terbaik untuk seluruh masyarakat Kabupaten Demak,” sambungnya.
Ia juga berharap kolaborasi yang telah terjalin antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan demi kemajuan Kabupaten Demak.
“Di hari yang suci ini, kami berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik. Alhamdulillah, sinergi yang baik antara Forkopimda dan masyarakat terus terjalin,” pungkasnya.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid

































