KENDAL, Lingkarjateng.id – Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Permata Madani Paramarta, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, mencatat surplus usaha sekitar Rp1,54 miliar pada tahun 2025.
Dari capaian tersebut, BUMDesma menyalurkan dana sosial dan dana desa dengan total Rp523 juta kepada masyarakat dan pemerintah desa, Rabu, 4 Februari 2026.
Penyerahan dana dilakukan secara simbolis oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, kepada para penerima di Gedung Pertemuan BUMDesma Permata Madani Paramarta.
Dana tersebut berasal dari sebagian surplus usaha BUMDesma sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan bagi hasil penyertaan modal desa.
Bupati Kendal yang akrab disapa Tika menyampaikan apresiasi atas kinerja BUMDesma Permata Madani Paramarta yang dinilai berhasil memberikan dampak nyata bagi masyarakat prasejahtera di wilayah Kecamatan Singorojo.
“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BUMDesma karena pada tahun 2025 surplusnya Rp1,54 miliar dan sebagai bentuk tanggung jawab sosial ini sebagian diberikan kepada masyarakat prasejahtera di Kecamatan Singorojo,” ujar Tika.
Ia juga mengapresiasi penyaluran dana bagi hasil ke desa yang bersumber dari penyertaan modal dana desa.
“Karena masing-masing desa itu kan penyertaan modal, satu desa Rp80 juta dan ini alhamdulillah surplus tahun 2025 cukup besar sehingga dana desanya juga ikut besar,” tambahnya.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan BUMDesma tersebut diharapkan dapat menjadi contoh dan memotivasi BUMDesma lain di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kendal.
Sementara itu, Camat Singorojo, Candra Putra, menjelaskan bahwa surplus BUMDesma Permata Madani Paramarta tahun 2025 sebesar Rp1,54 miliar berasal dari dana bergulir masyarakat sebesar Rp1,46 miliar serta unit usaha lain senilai Rp74 juta.
“Surplus tersebut dialokasikan dana sosial, dana peningkatan kapasitas, dana bagi hasil ke desa dan tambahan modal usaha,” kata Candra.
Ia menyebutkan, alokasi dana sosial tahun ini mencapai Rp395 juta yang disalurkan dalam berbagai bentuk bantuan, di antaranya 869 paket sembako, bantuan untuk TPQ dan Madin di tiga desa, bantuan bedah rumah di Desa Cening, pembangunan musala di Desa Trayu dan Kedungsari, serta bantuan modal usaha kecil di Desa Ngareanak.
Candra berharap penyaluran dana sosial dan dana desa tersebut dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat serta memperkuat peran BUMDesma sebagai penggerak perekonomian dan kesejahteraan desa di Kecamatan Singorojo.
Direktur Dana Bergulir Masyarakat BUMDesma Permata Madani Paramarta, Nur Yasin, menambahkan bahwa BUMDesma mengelola sejumlah unit usaha, antara lain dana bergulir masyarakat, pembiayaan, kemitraan usaha ekonomi, minimarket, toko pertanian, dan jasa rental mobil.
“Unggulan kita adalah menjadi kemitraan di bidang peternakan. Kita bermitra dengan ternak puyuh, ternak ayam, ternak bebek. Alhamdulillah adanya program MBG kita juga ikut bersinergi,” terangnya.
Ia menambahkan, BUMDesma Permata Madani Paramarta saat ini memiliki 21 pegawai yang bekerja di dua lokasi, yakni di Desa Ngareanak dan Desa Kedungsari, dengan total aset mencapai sekitar Rp21 miliar.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid

































