DEMAK, Lingkarjateng.id – Dalam rangka mendukung program swasembada pangan, Kantor Cabang Bulog Demak siap membeli gabah petani sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yakni Rp 6.500 per kilogram (kg) untuk gabah kering panen (GKP) di tingkat petani.
Kepala Cabang Bulog Demak, Syaiful Hidayat, menyatakan bahwa hal itu bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh hasil panen petani dapat terserap dengan baik dan memberikan keuntungan bagi mereka.
“Langkah ini diharapkan dapat membantu petani dalam memperoleh harga yang layak serta menjaga stabilitas pasokan padi di pasaran,” katanya di Demak pada Rabu, 5 Maret 2025.
Sebagai langkah optimalisasi target serap gabah milik petani, Bulog Cabang Demak bekerja sama dengan Kodim 0716/Demak.
Syaiful mengatakan bahwa Bulog Demak berkomitmen mendukung pemerintah pusat untuk memperhatikan kesejahteraan para petani sebagai langkah percepatan program swasembada pangan.
“Bulog dengan TNI sudah kerja sama untuk mewujudkan program pemerintah berkaitan dengan swasembada pangan dengan memperhatikan kesejahteraan para petani. Makanya Bulog dari awal bulan kemarin ini kan membeli gabah dari petani dengan harga minimal Rp 6,5 ribu per kilogram. Itu nggak boleh di bawah itu,” bebernya.
Dalam pembelian gabah di lapangan, Bulog ditemani oleh Babinsa dan petugas dari Dinas Pertanian Demak.
“Kita membeli dengan Babinsa yang memberitahu petani yang akan menjual padinya. Gabah kering panen,” ujarnya.
Sebelumnya, Dandim 0716/Demak, Letkol Kav Maryoto, menegaskan bahwa Kodim 0716/Demak siap membantu Bulog dalam penyerapan gabah petani.
Ia mengerahkan seluruh Babinsa di seluruh desa agar meyakinkan petani menjual hasil panennya kepada Bulog dengan harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp 6.500 per kilogram.
Ia meyakini peran Babinsa di seluruh desa dapat membantu Bulog dalam penyerapan gabah dari para petani. (Lingkar Network | M. Burhanuddin Aslam – Lingkarjateng.id)



























