GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan akan menanggung penuh biaya pengobatan ratusan korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, termasuk yang tidak ter-cover BPJS Kesehatan.
Koordinator Regional SPPI Jawa Tengah BGN, Reza Mahendra, menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat atas insiden tersebut. Ia menegaskan keselamatan dan pemulihan korban menjadi prioritas utama.
“BGN menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang dirugikan. Kami bertanggung jawab penuh atas kejadian ini, termasuk menanggung biaya pengobatan bagi seluruh penerima manfaat yang terdampak keracunan MBG,” tegas Reza, Minggu, 11 Januari 2026.
Ratusan Siswa dan Santri di Gubug Diduga Keracunan MBG, Pemkab Grobogan Buka Suara
Sebagai langkah cepat dan bentuk tanggung jawab, BGN secara resmi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuwaron. Penghentian dilakukan untuk kepentingan evaluasi menyeluruh terhadap sistem produksi dan distribusi makanan.
“Operasional SPPG kami hentikan sementara. Saat ini kami fokus melakukan pengecekan internal dan eksternal, mulai dari proses pengolahan makanan hingga pemilihan supplier,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, ia mengungkapkan ditemukan sejumlah catatan serius yang dinilai berpotensi memengaruhi keamanan pangan. Salah satu temuan krusial yakni Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum memenuhi standar operasional.
Reza menjelaskan, IPAL seharusnya dalam kondisi tertutup dan sistem pembuangan limbah tidak boleh langsung dialirkan ke luar lingkungan dapur, karena berisiko mencemari area sekitar dan berdampak pada higienitas proses produksi makanan.
Tak hanya IPAL, pihaknya juga menemukan sejumlah persoalan pada alur kerja dapur. Mulai dari kelengkapan fasilitas, penataan peralatan makan seperti ompreng, hingga sistem pembuangan air yang dinilai perlu dibenahi secara menyeluruh.
“Semua temuan ini menjadi bahan evaluasi serius. SPPG tidak akan diizinkan beroperasi kembali sebelum seluruh perbaikan dilakukan dan standar keamanan pangan benar-benar terpenuhi,” tegas Reza.
BGN menegaskan insiden dugaan keracunan ini menjadi pembelajaran penting dalam pelaksanaan program MBG ke depan. Penguatan pengawasan dan kepatuhan terhadap standar operasional akan diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Ketika nanti SPPG kembali dibuka, kami pastikan seluruh perbaikan sudah dilakukan. Ini menjadi pelajaran penting agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Sekar S































