Stabilkan Perekonomian Rembang, Ibu-Ibu Dilatih Keterampilan

b1

Kepala Bidang Tenaga Kerja DPMPTSP Naker Kabupaten Rembang, Saiful Hidayat. (R. Teguh Wibowo/Lingkarjateng.id)

REMBANG, Lingkarjateng.id – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Rembang terus melakukan upaya untuk membantu masyarakat menyetabilkan perekonomian. Upaya tersebut dilakukan dengan memberikan pelatihan keterampilan membuat kue kepada para ibu rumah tangga.

Kepala Bidang Tenaga Kerja DPMPTSP Naker Kabupaten Rembang, Saiful Hidayat menyampaikan, pelatihan tersebut diberikan kepada para ibu rumah tangga agar nantinya dapat memiliki keterampilan hingga dapat membuka usaha. Melalui usaha itu, para ibu rumah tangga diharapkan bisa menambah perekonomian keluarganya.

Dongkrak Penjualan, Pelaku UKM Blora Ikuti Pelatihan Digital Marketing

Dirinya mengungkapkan, DPMPTSP Naker Rembang sebelumnya menyasar para laki-laki untuk diberi pelatihan keterampilan agar siap bekerja. Namun 7sejak awal pandemi Covid-19 tahun 2020, sasaran peserta pelatihan berubah ke ibu rumah tangga.

“Asumsinya begini, bisa jadi selama ini masyarakat kita yang bekerja hanya suami. Pada saat pandemi ini harapannya ibu-ibu ini punya tambahan tugas mulia yaitu membantu perekonomian keluarga,” ungkapnya, Sabtu (18/12).

Baru-baru ini, lanjut Saiful, DPMPTSP Naker telah memberikan pelatihan processing hasil pertanian kepada para ibu rumah tangga di Desa Sudo, Kecamatan Sulang. Mereka dilatih untuk mengolah hasil pertanian daerah setempat yaitu pisang. “Kebetulan di Sudo itu kan yang melimpah di sana pisang,” kata dia.

Dari pisang tersebut kemudian diolah untuk dijadikan kue kering atau snack yang nantinya memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Di samping itu, juga akan lebih awet untuk disimpan dalam bentuk olahan ketimbang ketika masih dalam bentuk buah pisang.

“Bagaimana kita mengolah bahan baku pisang itu bisa memiliki nilai jual yang itu nantinya bisa menambah pendapatan keluarga,” tandasnya. (Lingkar Network | Koran Lingkar Jateng)