Entaskan Kemiskinan, Penerima PKH Rembang Turun 50%

PKH REMBANG

SIMBOLIS: Wakil Bupati Mochammad Hanies Cholil Barro’ menyerahkan potongan tumpeng kepada perwakilan Pendamping PKH. (R. Teguh Wibowo / Lingkarjateng.id)

REMBANG, Lingkarjateng.id – Program Keluarga Harapan (PKH) yang selama ini digulirkan oleh pemerintah pusat, tidak dipungkiri mampu menjadi salah satu ujung tombak dalam hal pengentasan kemiskinan di Kabupaten Rembang. Hal ini berdasarkan data, penerima PKH Rembang yang semula pada tahun 2017 ada 600 orang lebih, pada tahun 2020 hanya tinggal 303 orang.

Fakta ini dibeberkan oleh Wakil Bupati Rembang, Muhammad Hanies Cholil Barro saat memberikan sambutan dalam acara peringatan 10 tahun PKH Kabupaten Rembang, di pendapa komplek museum RA. Kartini, Rabu (24/11).

Gus Hanies, sapaan akrabnya mengungkapkan PKH selaras dengan visi Kabupaten Rembang yaitu membangun infrastruktur dan ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas berkeadilan. Menurutnya, dampak dari program PKH ini sangat terlihat, seiring dengan turunnya angka kemiskinan di Kabupaten Rembang. Maka pihaknya berharap ke depan pelaksana program PKH bisa lebih kompak untuk membantu Pemkab Rembang dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Salah Sasaran, 31 Ribu PNS Jadi Penerima Bansos

“Program PKH ini sejalan dengan visi Pemkab yang ketiga yaitu membangun infrastruktur dan ketahanan pangan. Dampaknya nyata terlihat. Kalau temen – temen PKH bisa kompak dan bersinergi dengan Pemkab, maka persoalan sosial di masyarakat bisa sedikit demi sedikit terselesaikan,“ terangnya.

Wabup menambahkan berdasarkan data, jumlah penerima manfaat PKH di Kota Garam pada tahun 2017 ada sekira 600 an orang. Namun pada rentang waktu hingga tahun 2020 cukup banyak warga yang lulus dari predikat miskin ekstrim, sehingga yang tersisa hingga saat ini hanya 303 orang.

“Tahun 2017 katanya ada 600an orang yang dapat bantuan dari PKH. Tapi tahun 2020 ini hanya tinggal 303 orang. Tentu capaian ini merupakan hasil dari kerjasama semua pihak. Pemkab Rembang secara berkala juga telah memberikan bantuan melalui APBD. Ditambah lagi dana CSR perusahaan yang ada di Rembang, semakin membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat,” imbuhnya. (Lingkar Network | Koran Lingkar Jateng)