Ada yang Janggal, Warga Permasalahkan Seleksi Perangkat Desa di Kecamatan Lasem

SELEKSI PERANGKAT DESA

Salah satu peserta seleksi perangkat desa yang tidak lolos memperlihatkan kertas nilai hasil tes se-Kecamatan Lasem. (R. Teguh Wibowo / Lingkarjateng.id)

REMBANG, Lingkarjateng.id – Sejumlah peserta seleksi perangkat desa di Kecamatan Lasem merasa ada kejanggalan dalam penilaian hasil tes. Mereka lantas meminta proses seleksi tersebut untuk diusut kembali. Belum lama ini peserta dari beberapa desa di Kecamatan Lasem berkumpul untuk membicarakan masalah itu.

Salah satu peserta, Mukhlisin, Rabu (17/11) mengungkapkan peserta yang mendapat nilai tinggi dapat menyelesaikan soal dengan cepat. Belum lagi, selisih nilai yang jauh antara peserta yang lolos dan yang tidak lolos dianggap tidak wajar.

Kejanggalan Seleksi Perangkat Desa, Kabid Dinpermades Rembang: Sudah sesuai Perbup

“Antara peringkat atas dan di bawahnya. Yang dapat poin tinggi itu mengerjakan tidak lebih dari 15 menit,” kata dia.

Kejanggalan tersebut, lanjut dia, ditambah pada saat pelaksanaan tes komputer. Ada peserta yang mengeluhkan tidak bisa masuk ke email dan hasil ketikan belum selesai. Namun, hasil nilai peserta itu justru di atas rata-rata.

Pihaknya meminta kejanggalan tersebut bisa diusut. Jika ditemukan masalah, mereka meminta agar menunda pelantikan perangkat desa sementara dan memproses yang bersangkutan apabila terbukti melakukan kecurangan.

“Intinya kejomplangan nilai itu yang perlu diusut. Nilai tidak wajar lah,” ucapnya.

Dalam tes tertulis, terdapat 60 soal. Peserta yang tidak lolos rata-rata mendapat nilai di bawah 30. Sementara yang lolos nilainya di atas 50.

Mereka berencana untuk mengadu kepada Komisi I DPRD Rembang melalui forum audiensi. Sejumlah berkas sudah mereka siapkan termasuk rekapitulasi hasil seleksi. (Lingkar Network | Koran Lingkar Jateng)