GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan pelayanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng rute Semarang-Godong Grobogan di Pendopo Kabupaten Grobogan.
Hadir dalam acara itu Bupati Grobogan, Bupati Demak dan jajaran Forkopimda lainnya. Nantinya, rute itu akan dilalui oleh 14 bus dan masing-masing bus melayani 6 perjalanan selama sehari.
“Kita bertahap mendorong agar sistem transportasi berjalan dengan baik. Program ini saya pikirkan sejak awal saya menjabat, gimana caranya membuat angkutan umum yang murah, terjangkau dan baik. Akhirnya dilaksanakanlah peluncuran Trans Jateng ini,” ucap Ganjar, Rabu (13/10/21)
Menurut Ganjar prioritas utama Trans Jateng adalah untuk memberi pelayanan pada buruh, pelajar dan veteran. Setelah itu, baru untuk penumpang umum lainnya.
“Kenapa buruh, karena pengeluaran mereka cukup tinggi untuk transportasi. Dengan harga Rp 2000, maka ini bisa sangat membantu. Termasuk para pelajar dan veteran agar kita bisa menghormati mereka. Selain itu, ya untuk masyarakat umum, agar mereka terlayani dengan baik dan jalanan tidak penuh,” katanya.
Pengembangan koridor Trans Jateng lanjut Ganjar akan terus berkembang. Ke depan, akan dibangun koridor-koridor lain dan rute lain yang memang dibutuhkan.
“Kenapa ini baru sampai Godong, ya nanti kita bertahap. Koridornya bisa berkembang sesuai kondisi di lapangan,” jelasnya.
Ganjar juga berharap daerah dapat menindaklanjuti program ini. Masing-masing daerah yang dilintasi Trans Jateng diharap menyiapkan angkutan terusan sampai ke desa-desa agar masyarakat semakin terlayani.
“Tadi saya bicara dengan Bupati Grobogan dan Demak. Saya mendorong agar daerah meneruskan sampai ke desa-desanya. Umpama antar daerah dilayani Trans Jateng, sampai di daerah ada angkutan terusan sampai ke desa-desa. Kalau bisa tiketnya terintegrasi, jadi bayarnya hanya sekali dan kalau bisa elektronik. Ini memang belum sesempurna itu, tapi kita mulai dari sekarang,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Grobogan, Sri Sumarni mengatakan, Trans Jateng akan membuat Grobogan semakin seksi.
Di tengah investasi yang terus datang, jalanan jadi padat oleh distribusi barang dan tenaga kerja.
Selain itu, keberadaan Trans Jateng diharapkan juga mengangkat ekonomi masyarakat. Moda transportasi itu juga diharapkan bisa mengangkat sejumlah destinasi wisata yang ada.
“Utamanya ruas Semarang-Godong itu hampir tiap hari macet dan menyebabkan angka kecelakaan tinggi. Kami sangat senang dengan adanya rute Trans Jateng ini, karena sangat bermanfaat untuk warga kami,” ucapnya. (Lingkar News Network | Koran Lingkar Jateng)