Warga Purwodadi Grobogan Keluhkan Kelangkaan Minyak Goreng

JUAL BELI: Pedagang melayani pembeli minyak goreng di Pasar Induk Purwodadi, Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. (Muhamad Ansori/Lingkarjateng.id)

JUAL BELI: Pedagang melayani pembeli minyak goreng di Pasar Induk Purwodadi, Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. (Muhamad Ansori/Lingkarjateng.id)

GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Pembeli dan pedagang di Pasar Induk Purwodadi, Kabupaten Grobogan mengaku, pada awal bulan Ramadhan minyak goreng masing mengalami kelangkaan. Salah satunya dirasakan Yanti, seorang pedagang di pasar setempat.

“Untuk mendapatkan minyak goreng susah, sangat sulit, curah maupun kemasan sama saja, kita jualan tapi eceran, sudah satu bulan susah, dampak ke pedagang sepi,” ujarnya yang memiliki lapak di lantai atas pasar tersebut, baru-baru ini.

Dia berharap, pemerintah dapat mengatasi kelangkaan minyak goreng, karena barang tersebut menjadi kebutuhan penting bagi rumah tangga. 

Cuaca Buruk, 2.614 Ton Minyak Goreng Terlambat Datang ke Semarang

“Harapannya mudah mendapatkan minyak goreng,” harap Yanti. 

Sementara Sulastri seorang pedagang di Pasar Induk Purwodadi mengaku, pihaknya merasa kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng, bahkan untuk mendapatkan barang tersebut dia harus mengantre lama.

Menurutnya, minyak goreng curah mengalami kenaikan yang semula satu liter Rp 13.500, saat ini naik menjadi Rp 16.000. 

Pasca Operasi Pasar, Minyak Goreng Curah di Jepara Tetap Langka

“Beli minyak 9 liter, sama tepung beras masako (penyedap rasa) dan kopi saset, baru dapat minyak goreng 9 kilo (liter),” jelasnya.

Pihaknya berharap, kelangkaan minyak goreng yang saat ini yang terjadi, segera dapat teratasi.”

Semoga segera teratasi karena untuk membeli minyak goreng saat ini harus antre. Harapannya warga supaya tidak susah mendapatkan minyak goreng,” pungkas Sulastri.. (Lingkar Network | Muhamad Ansori – Koran Lingkar)