Musim Penghujan, Kecamatan Gubug Gelar Apel Siaga Darurat Bencana

siaga bencana

Tim Gabungan berfoto usai mengikuti apel siaga bencana di halaman Kecamatan Gubug, Rabu (17/11). (Muhamad Ansori / Lingkarjateng.id)

GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, menggelar Apel Siaga Darurat Bencana yang dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan pada Rabu (17/11). Apel ini dalam rangka mewaspadai bencana menghadapi musim penghujan yang kerap terjadi.

Camat Gubug, Bambang Supriyadi memimpin jalannya Apel Pasukan dan Peralatan Siaga Darurat Bencana didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Kapolsek Gubug, Danramil 15/Gubug, Kepala UPT Puskesmas Gubug).

Apel tersebut juga melibatkan Satpol PP, Tagana, PUPR, Ketua Karang Taruna Kecamatan, PRB Desa Gubug, seluruh Kepala Desa di Kecamatan Gubug dan Tokoh Agama serta tokoh masyarakat.

Bambang Supriyadi mengatakan, bahwa gelar apel siaga darurat bencana ini difungsikan untuk mengecek peralatan-peralatan yang dimiliki organisasi, dalam menjaga masing-masing wilayah dari ancaman bencana.

“Proses terjadinya potensi bencana tidak bisa diduga-duga kedatangannya baik ulah manusia atau alam, terlebih potensi bencana akhir-akhir ini selalu dihadapkan akan adanya banjir dan angin puting beliung. Maka kita harus tetap siaga dan waspada apabila musibah itu benar-benar melanda,” katanya.

Sementara itu, Danramil 15/Gubug Kapten Inf Edi Hermanto meminta kepada seluruh peserta apel yang memiliki bekal pengetahuan bencana, untuk secara terprogram maupun spontan menyosialisasikan kepada masyarakat sekitar tempat tinggal tentang apa yang harus dilakukan untuk mempersiapkan diri terhadap kemungkinan dalam menghadapi bencana.

“Saya berharap besar kepada semua yang hadir saat ini, untuk meningkatkan perannya dalam penanggulangan bencana. Dalam menanggulangi bencana yang terjadi, kita tidak dapat bekerja sendiri,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, meskipun tanggung jawab berada di pemerintah, penanggulangan bencana merupakan urusan semua pihak, dan masyarakat merupakan garda terdepan jika terjadi bencana, sehingga kesiapsiagaan perlu ditingkatkan secara menyeluruh. (Lingkar Network | Koran Lingkar Jateng)