BPBD Grobogan Latih Mitigasi Bencana untuk Awak Media

narasumber mitigasi bencana grobogan

PELATIHAN: Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi, Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto dan Kepala BPBD Kabupaten Grobogan Endang Sulistyoningsih, saat menjadi narasumber pelatihan mitigasi bencana di Gedung BPBD setempat, Senin (22/11). (Muhamad Ansori / Lingkarjateng.id)

GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan menggelar pelatihan mitigasi bencana untuk awak media dan para relawan. Menimbang di Kabupaten Grobogan sering terjadi bencana banjir, tanah longsor, kebakaran dan berbagai bencana alam lainnya.

Kapolres Grobogan, AKBP Benny Setyowadi menyampaikan, pelatihan mitigasi bencana prabencana maupun pascabencana, sangat diperlukan awak media dan relawan di daerah yang rawan bencana.

“Info bencana kadang-kadang paling cepat dari media, kita menjalin komunikasi erat dan kita bisa sharing jika ada kejadian. Dengan ini kita bisa menunjukkan hubungan sinergitas sehingga kita bisa bahu membahu menanggulangi bencana,” ujarnya, Senin (22/11).

Musim Penghujan, Kecamatan Gubug Gelar Apel Siaga Darurat Bencana

Ketua DPRD Grobogan, Agus Siswanto mengatakan, dengan pelatihan mitigasi bencana mereka bisa mengenali bencana-bencana yang terjadi, mengingat letak geografis Kabupaten Grobogan memiliki potensi terjadi bencana banjir maupun tanah longsor.

“Harapannya dengan pelatihan ini kita mencegah jika bencana terjadi, dan dapat memulihkan keadaan menjadi normal kembali setelah bencana,” katanya.

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Grobogan, Endang Sulistyoningsih mengungkapkan, peran serta relawan dan awak media (wartawan) sangat diperlukan untuk turut dalam mitigasi maupun penanggulangan bencana.

Puting Beliung Terjang Sejumlah Wilayah di Grobogan

“Media memiliki peran signifikan sesuai kapasitas mereka dalam membantu penanggulangan bencana, pada fase, pra, saat dan pascabencana. Media mampu memberikan potret suatu wilayah dengan potensi ancaman bencana bahaya kepada publik, agar makin mengetahui dan memahami,” ungkapnya.

Penyampaian informasi lewat media, katanya, diharapkan menjadi langkah memberikan penyadaran pada masyarakat mengenai berbagai masalah bencana. Sementara dalam kegiatan tersebut juga dilakukan simulasi penanganan bencana kebakaran. (Lingkar Network | Koran Lingkar Jateng)