BLORA, Lingkarjateng.id – Perkembangan pembangunan Bendungan Cabean dan Bendungan Karangnongko jadi tanda tanya publik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora akan melakukan komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait kelanjutan dua proyek strategis nasional (PSN) tersebut.
Bupati Blora Arief Rohman mengatakan pertemuan dijadwalkan pada 9 Oktober mendatang. Menurutnya, maksud dari pertemuan tersebut untuk memastikan progres fisik, kepastian anggaran, hingga pembebasan lahan kedua proyek bendungan tersebut.
Namun, pihaknya mendapatkan bocoran bahwa pembangunan Bendungan Cabean terdampak kebijakan efisiensi anggaran. Akibatnya, pekerjaan saat ini disesuaikan dengan kontrak yang telah berjalan.
“Kami akan mengundang Kementerian PU bersama balai terkait untuk menjelaskan progres terakhir. Sekilas kami mendapat laporan bahwa proyek Cabean ini terkena efisiensi, sehingga yang dikerjakan sekarang menyesuaikan kontrak yang ada,” ujar Bupati Arief, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Kendati demikian, informasi tersebut masih akan dikonfirmasi langsung kepada Kementerian PU.
“Nanti tanggal 9 kami akan mengundang Kementerian PU untuk datang ke Blora dan menjelaskan proyek Cabean dan Karangnongko, dua bendungan yang sedang berproses di Blora,” ujarnya.
Bupati Blora menegaskan kedua bendungan tersebut merupakan proyek pemerintah pusat. Karena itu, kepastian alokasi anggaran dan kelanjutan pekerjaan akan dikonfirmasi langsung kepada Kementerian PU.
“Jalan, tetapi karena ini proyek pusat, nanti dari Kementerian akan kami konfirmasi terakhir tentang anggaran pembangunan Cabean dan Karangnongko,” katanya.
Ditambahkan selain progres fisik dan anggaran, pihaknya juga akan meminta penjelasan mengenai pembebasan lahan, terutama untuk pembangunan Bendungan Karangnongko yang prosesnya masih berlangsung.
“Termasuk pembebasan tanah. Untuk Karangnongko sekarang sudah berproses. Lebih detailnya nanti kita tunggu dari Kementerian PU untuk memberikan penjelasan,” pungkasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Sekar





























