BLORA, Lingkarjateng.id – Beberapa instansi meninjau fenomena tanah ambles di Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora yang mengakibatkan tiga rumah rusak parah.
“Kita dari polres dan Dinas PU, BPBD dan Kecamatan meninjau, untuk memastikan masyarakat dalam kondisi aman,” ujar Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto saat ditemui di lokasi, Senin, 5 Januari 2025.
Menurut AKBP Wawan saat ini belum ada rekomendasi penanganan fenomena tanah ambles di Blora sebab masih menunggu hasil peninjauan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juana.
“Nanti siang balai sungai akan meninjau. Kita tunggu hasil dari balai sungai. Nanti penanganan musibah tanah ambles ini harus bagaimana, kita bersama stakeholder terkait menjembatani,” terangnya.
Fenomena tanah ambles ini, kata Kapolres, masih bersifat prabencana sehingga pihaknya berharap dapat diantisipasi agar tidak muncul sesuatu yang tidak diharapkan.
“Semoga musibah yang menimpa warga Buluroto dapat segera tertangani. Sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman bertempat tinggal disini,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Blora, Mulyowati, menjelaskan saat ini curah hujan masih tinggi, bahkan terjadi di seluruh Indonesia.
Atas hal itu, banyak tanah gerak dan longsor terjadi di beberapa wilayah termasuk di Kabupaten Blora.
“Ini kita cari solusi bersama, pasalnya banyak anggaran-anggaran yang di daerah ini kecil kemungkinan untuk penanganan bencana. Kita upayakan trobosan-trobosan untuk bantuan dari luar (bukan APBD),” terangnya.
Sementara itu, tiga rumah terdampak tanah ambles sudah diberi bantuan penanganan darurat berupa tanah grosok untuk meratakan antara tanah ambles dengan tanah sebelumnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa































