KUDUS, Lingkarjateng.id – Bencana banjir di Kabupaten Kudus kian meluas hingga menyebabkan ratusan warga terpaksa harus mengungsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mencatat banjir melanda 33 desa di enam kecamatan.
Hingga Kamis, 15 Januari 2026, jumlah posko pengungsian di Kabupaten Kudus bertambah menjadi delapan lokasi, meliputi NU Center Desa Pasuruhan Lor, TK Pertiwi dan GOR Desa Kesambi, Madrasah Hidatus Shibyan, Balai Desa Karangrowo, Balai Desa Jati Wetan, Gedung Muslimat NU Loram Kulon, Gedung DPRD Kudus dan Balai Desa Gulang.
Posko pengungsian yang baru didirikan pada Kamis yakni di Balai Desa Gulang, Kecamatan Mejobo. Ada sekitar 116 pengungsi dari berbagai desa yang menginap di posko tersebut.
Kepala Desa Gulang, Aris Subkhan, mengatakan warga terdampak banjir yang mengungsi di balai desanya yakni berasal dari Dukuh Sidorejo desa setempat. Kemudian, ada juga warga terdampak banjir dari Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, lalu dari Desa Ngemplak dan Karangrowo dari Kecamatan Undaan.
“Kemungkinan jumlah pengungsinya akan bertambah menjadi 200 orang karena masih ada yang sedang dievakuasi menuju ke sini,” katanya.
Aris memastikan kondisi logistik dan kebutuhan lainnya untuk para pengungsi masih aman. Ia menyebut sudah ada berbagai bantuan dari pemerintah daerah maupun pihak-pihak lainnya yang sampai ke posko pengungsian Balai Desa Gulang.
“Kebutuhan logistik seperti beras, gula, minyak, telur maupun kebutuhan lainnya saat ini masih terpenuhi,” ujarnya.
Sementara itu, terkait kondisi banjir di wilayah desanya, Aris menyebut ketinggian air semakin meningkat yakni lebih dari 30 centimeter.
“Total warga kami yang terdampak itu sekitar 190 orang, tapi tidak semuanya mengungsi. Ada yang masih memilih bertahan di rumahnya sendiri,” ungkapnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S.
Editor: Rosyid































