PATI, Lingkarjateng.id – Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Pati memicu banjir serta jalan rusak berlubang, seperti halnya terpantau di Jalan Pantura Pati-Juwana pada Jumat, 16 Januari 2026.
Dua titik di Jalan Pantura Pati-Juwana, yakni Dukuh Cangkring, Desa Widorokandang dan sekitaran pabrik PT Dua Putra.
Banjir setinggi sekitar 15 centimeter juga mengakibatkan laju lalu lintas melambat. Pengendara kendaraan baik sepeda motor maupun kendaraan berat harus ekstra hati-hati lantaran jalan berlubang tertutup genangan air.
Petugas Satlantas tampak berupaya mengatur kelancaran lalu lintas lantaran mobilitas kendaraan di Jalan Pati-Juwana hari ini lebih padat.
KBO Satlantas Polresta Pati, Ipda Muslimin, mengatakan pelambatan laju kendaraan terjadi pada siang hari.
“Kalau tadi malam sampai tadi pagi cuaca terang, kemudian kondisi jalan sudah sebagian surut, ada percepatan, arus lalu lintas normal. Siang ini kondisi mulai ada pelambatan karena volume kendaraan mulai padat,” ujarnya.
Selain itu, kata Ipda Muslimin, kondisi cuaca ekstrem membuat kondisi genangan air mulai naik lagi ke badan jalan sehingga berpengaruh pada para pengguna jalan memperlambat laju.
“Ada dua titik macet karena genangan, di sekitar pabrik Dua Putra dan Cangkring dengan ketinggian sekitar 15 senti. Selain itu banyak jalan berlubang mempersempit gerak kendaraan karena harus menghindari lubang,” bebernya.
Salah satu pengendara truk asal Kediri, Jawa Timur Nurul Sugiharto mengaku harus menghabiskan waktu lebih banyak di jalan karena kondisi banjir dan jalan berlubang.
” Makin lama kalau macet. Persediaan logistik juga membengkak, pengiriman barang jadi terlambat,” ungkapnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network




























