BLORA, LINGKARJATENG.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk memberikan rekomendasi kerja kepada seluruh lulusan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu, Kabupaten Blora.
Permintaan tersebut disampaikan Bahlil dalam acara wisuda Pem Akamigas, Kamis (17/7/2025), yang meluluskan 287 mahasiswa dari berbagai program studi. Ia menegaskan agar SKK Migas mendorong para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) merekrut lulusan Pem Akamigas, terutama dari daerah asal penghasil migas.
“Jadi lulusan dari sini diwajibkan untuk direkrut oleh K3S agar bisa bekerja di industri migas,” kata Bahlil di hadapan peserta wisuda.
Secara khusus, Bahlil juga meminta SKK Migas untuk memprioritaskan lulusan asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Hal ini disampaikannya setelah berdialog dengan salah satu wisudawan asal daerah tersebut.
“Kepala SKK Migas, nanti diimpeks ke Pemda, di Maluku ya. Semua lulusan dari Maluku harus dijadikan pegawai. Prioritaskan mereka di sana,” ujarnya.
Bahlil menyebutkan bahwa dari angkatan 1 hingga 6, terdapat puluhan mahasiswa dari Tanimbar yang menempuh pendidikan di Pem Akamigas. Khusus pada angkatan ke-6, terdapat 30 mahasiswa asal Tanimbar yang menerima beasiswa dari pemerintah daerah.
“Baik dari K3S maupun kontraktor yang bekerja di wilayah tersebut, harus memprioritaskan anak-anak Tanimbar,” tegasnya.
Sebagai informasi, dari total 287 wisudawan, sebanyak 100 orang merupakan penerima beasiswa kerja sama, 10 orang dari beasiswa Kementerian ESDM, dan 177 orang mahasiswa mandiri. Saat ini, sebanyak 30,3 persen lulusan telah terserap di sektor industri, sementara sisanya masih mencari pekerjaan.
Oleh karena itu, Bahlil meminta agar SKK Migas berperan aktif memberikan rekomendasi kerja, agar para lulusan bisa segera berkontribusi di dunia industri migas nasional.
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Anas M






























