PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Pekalongan sejak Minggu petang hingga Senin dini hari (22-23 September 2024) mengakibatkan sejumlah ruas jalan terendam banjir. Di antara titik-titik terdampak banjir tersebut adalah Jalan Kurinci, Jalan Slamet, Krapyak Lor, Jalan Jlamprang, Jalan Patiunus, dan Jalan Semarang yang digenangi air sehingga mengganggu aktivitas warga.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat, langsung bergerak cepat dengan mengoptimalkan pengoperasian seluruh pompa yang ada.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Pekalongan, Purwo Susetyo, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengoperasikan pompa-pompa secara maksimal untuk mengatasi banjir di berbagai titik.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dalam penanganan banjir ini,” ujar Purwo pada Senin, 23 September 2024.
Meski upaya telah dilakukan, Purwo mengakui adanya kendala pada beberapa titik, seperti di Jalan Kurinci dan Jalan Slamet. Pengoperasian pompa di lokasi tersebut perlu pertimbangan khusus, karena dapat menyebabkan banjir di wilayah Bendan Sari dan Kampung Baru.
Sementara itu, di beberapa lokasi lain seperti Jalan Patiunus dan Jalan Jlamprang, meski semua pompa telah bekerja, tingginya curah hujan membuat proses penurunan debit air memerlukan waktu lebih lama.
“Kami berharap pompa besar di Bendung Gerak Kali Loji yang dikelola oleh BBWS Pemali Juana bisa segera dioperasikan. Ini akan sangat membantu mempercepat penanganan banjir dan rob di Kota Pekalongan sesuai rencana,” ungkap Purwo.
Purwo juga menyampaikan bahwa Pemkot Pekalongan terus berupaya agar kondisi banjir dapat segera teratasi, dan memastikan infrastruktur pengendalian air berjalan optimal demi kenyamanan warga. (Lingkar Network | Fahri Akbar – Lingkarjateng.id)






























