Marak Serangan Siber, 3 Hal Ini Bikin Perusahaan Lebih Aman

Marak Kasus Kebocoran Data 3 Hal Ini Bikin Perusahaan Lebih Aman

Lingkarjateng.id – Saat ini, kita hidup di dunia kerja hybrid. Saat karyawan bekerja dari mana saja, pergerakan data sensitif di berbagai platform cloud dan lingkungan remote, terus berubah. hal ini berarti potensi titik masuk percobaan serangan siber ke sistem TI (surface attack) sebuah organisasi juga meningkat secara eksponensial.

Mengutip siaran pers Dell Technologies, berikut ini adalah tips untuk meningkatkan keamanan siber perusahaan.

Adopsi pola pikir dan arsitektur Zero Trust

Apa itu aesitektur Zero Trust?, Singkatnya zero trust bekerja berdasarkan prinsip bahwa tidak ada kepercayaan implisit yang diberikan kepada siapapun atau bagian mana pun dari jaringan. Atau, dalam istilah awam, sebuah organisasi tidak boleh mempercayai permintaan apa pun tanpa diverifikasi terlebih dahulu.

Mengadopsi arsitektur Zero Trust pada dasarnya berarti memperkenalkan sebuah model autentikasi / password dalam setiap langkah di seluruh jaringan, infrastruktur TI, dan perangkat lunak (software) organisasi tersebut.

Dengan cara ini, bahkan ketika seorang aktor pengancam berhasil melewati satu perimeter keamanan, arsitektur Zero Trust yang diterapkan dapat menangani kebocoran data apa pun dengan lebih cepat dan mencegahnya meluas lebih jauh.

Lindungi perangkat, data, dan sistem di mana pun lokasinya

Harus disadari bahwa di setiap perangkat, jaringan endpoint, dan sistem juga berpotensi terjadi kebocoran sistem yang mengancam data organisasi.

Oleh karena itu, keamanan siber harus mencakup seluruh ekosistem, mulai dari perangkat, server, storage , jaringan, dan layanan hingga mengamankan siklus hidup (lifecycle) pengembangan dan rantai pasokan.

Ciptakan budaya keamanan

Berdasarkan hasil riset Breakthrough dari Dell Technologies, 53 persen perusahaan di Indonesia menyatakan bahwa karyawan adalah mata rantai terlemah dalam pendekatan keamanan mereka.

Bahkan setelah mengetahui tentang sejumlah serangan siber canggih, sekitar 23 persen karyawan mengakui kesadaran dan perilaku keamanan mereka belum meningkat secara substansial.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa keamanan siber pada intinya adalah tentang manusia dan kebutuhan untuk memberdayakan setiap individu agar waspada dan bertanggung jawab.

Salah satu cara perusahaan dapat meningkatkan kesadaran dan akuntabilitas karyawan dalam menangani ancaman siber adalah dengan melatih mereka untuk memahami bahwa keamanan adalah tanggung jawab semua orang.

Dengan membekali anggota tim dengan pengetahuan dan pelatihan organisasi yang tepat, mereka juga diberdayakan untuk membuat keputusan yang tepat dan menerapkan praktik keamanan siber terbaik dalam pekerjaan sehari-hari. ( Ara, Lingkarjateng.id )