KENDAL, Lingkarjateng.id – Egrang termasuk salah satu permainan tradisional khas Indonesia yang juga bagian dari olahraga tradisional. Akan tetapi, saat ini keberadaannya sudah jarang terlihat.
Egrang yang dulu sempat menjadi permainan favorit anak-anak ini dilakukan dengan memanfaatkan dua pasang tongkat bambu panjang yang diberi tempat pijakan kaki.
Cara memainkan egrang pada dasarnya cukup sederhana, yakni dengan cara menaiki tongkat bambu kemudian pemainnya diminta untuk berjalan dengan menggunakan kaki egrang.
Meski sudah hampir punah, di sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri di Kendal, egrang menjadi salah satu permainan yang disisipkan di sekolah. Murid-murid yang berkebutuhan khusus tersebut diajarkan berbagai permainan tradisional. Antara lain, egrang, engklek, dakon, dan permainan tradisional lainnya. Terlihat anak-anak berkebutuhan khusus itu bermain egrang dengan riang.
Tenaga pendidik SLB Negeri Kendal, Kanafi mengatakan egrang termasuk permainan tradisional yang bisa mendatangkan banyak manfaat positif bagi murid. Misalnya untuk melatih keberanian, ketekunan, kesabaran, hingga melatih kekuatan, dan keseimbangan fisik.
“Kita juga mengenalkan permainan-permainan yang dulu. Egrang itu seperti apa, engklek itu seperti apa. Harapannya mereka juga bisa ikut berperan dalam melestarikan permainan tradisional ini lagi,” katanya.
Di samping itu, Sekda Kendal Sugiono mengungkapkan egrang menjadi salah satu olahraga tradisional yang saat ini terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal dan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI). Hal ini sebagai upaya menciptakan generasi yang sehat dan sebagai bentuk nguri-uri budaya.
“Kita berupaya agar olahraga tradisional yang telah ada di budaya kita, seperti egrang, bakiak dan lain sebagainya bisa tumbuh kembali. Sehingga kita tetap bisa nguri-uri budaya kita,” ujarnya.
Menurutnya, dibanding olahraga pada umumnya, olahraga tradisional ini tidak memerlukan biaya yang mahal dan dapat dilakukan berbagai kalangan usia.
“Pemkab Kendal akan terus mensupport olahraga tradisional melalui KORMI agar terus dapat berkembang dan tidak punah,” imbuhnya. (Lingkar Network | Arvian Maulana – Lingkarjateng.id)































