SEMARANG, Lingkarjateng.id – Situasi Gunung Merbabu pasca kebakaran yang terjadi sejak Jumat, 27 Oktober 2023 lalu kini dinyatakan padam, dan aman terkendali (mandali).
Kegiatan operasi kemanusiaan pemadaman api dan evakuasi penduduk yang terdampak pun dinyatakan selesai, pada Rabu, 1 November 2023.
Kapolres Semarang, AKBP Achmad Oka Mahendra melalui Wakapolres Semarang, Kompol Fandy Setiawan mengatakan kegiatan operasi kemanusiaan pemadaman api di Gunung Merbabu dinyatakan selesai oleh Polres Semarang.
“Menindaklanjuti kegiatan operasi kemanusiaan pemadaman dan evakuasi imbas kebakaran lahan hutan di TNGMb (Balai Taman Nasional Gunung Merbabu), maka kegiatan tim gabungan TNI, Polri, petugas TNGMb, BPBD Kabupaten Semarang, dan relawan gabungan Kabupaten Semarang dinyatakan berakhir. Hal ini juga dikarenakan di sekitar lereng Gunung Merbabu sudah mulai intens turun hujan, sehingga api sudah dapat dipastikan padam ke semua wilayah,” kata Kompol Fandy.
Pihaknya juga menyampaikan, secara keseluruhan total lahan hutan di Gunung Merbabu yang terbakar itu ada 848,5 hektare (Ha).
“Jadi seluruh kegiatan sudah berakhir, mulai dari kegiatan pemadaman, evakuasi para warga yang terkena imbas asap kebakaran, trauma healing hingga kondisi situasi kebakaran maupun asap dinyatakan aman terkendali semuanya. Terkait total luas lahan kebakaran hutan di Gunung Merbabu tersebut berdasarkan laporan dari Balai TNGMb, total ada 848,5 Ha,” bebernya.
Sementara itu, Kapolsek Getasan, Iptu Ari Parwanto mengungkapkan dalam kegiatan pembubaran tim gabungan dan posko siaga karhutla TNGMb dilaksanakan di posko siaga Batur Reaksi Cepat (BRC).
“Hadir dalam kegiatan ini, ada Danramil Getasan, perwakilan TNGMb, Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Dinas Poldam Kabupaten Semarang, dan seluruh relawan gabungan yang ada di Kabupaten Semarang ini kami ucapkan terima kasih banyak kerjasamanya selama ini dalam proses pemadaman api dan proses evakuasi warga yang terdampak,” ungkapnya.
Kapolsek juga menyampaikan meskipun tim gabungan telah dibubarkan, namun untuk warga dan relawan sekitar Kecamatan Getasan tetap waspada dan berjaga, apabila ada kejadian serupa terjadi kembali.
“Kami sampaikan kepada warga maupun relawan di Kecamatan Getasan untuk waspada dan saling berkomunikasi tentang perkembangan situasi di wilayah Kecamatan Getasan, khususnya untuk kondisi Gunung Merbabu pasca kebakaran. Mengingat angin di wilayah lereng Gunung Merbabu, masih berhembus cukup kencang, sehingga dapat menimbulkan sumber api yang baru,” pungkas Iptu Ari. (Lingkar Network | Hesty Imaniar – Lingkarjateng.id)
































