BLORA, Lingkarjateng.id – Bupati Blora, Arief Rohman, menekankan pentingnya kolaborasi dan dukungan berbagai elemen masyarakat untuk menyukseskan potensi investasi energi hijau yang ramah lingkungan.
Pesan tersebut disampaikan terkait kunjungan calon investor asal Jepang, Toho Gas, yang tertarik membangun pabrik biometana di Blora.
Bupati Arief menjelaskan pabrik biometana diproyeksikan menjadi salah satu proyek biometan pelopor di Indonesia yang memanfaatkan potensi lokal secara maksimal, khususnya limbah pertanian dan kotoran ternak.
Oleh karena itu, keterlibatan petani, peternak, serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sebagai penyedia rantai pasok bahan baku sangat penting untuk mendukung rencana tersebut.
“Sinergi antara investor, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat krusial. Selain mendukung transisi energi bersih nasional, hadirnya investasi ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru serta mendongkrak perekonomian warga Blora,” tuturnya saat dimintai keterangan pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Dalam pertemuan dengan Toho Gas, disebutkan bahwa limbah pertanian dan kotoran ternak akan diolah melalui teknologi canggih. Limbah yang selama ini belum terkelola optimal akan diubah menjadi sumber energi bersih (biometana) yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Menurutnya rencana investasi dari perusahaan raksasa energi asal Jepang ini kian mempertegas posisi Kabupaten Blora sebagai daerah yang ramah investasi dan siap menjadi pelopor pengembangan energi hijau berbasis pemberdayaan masyarakat di Jawa Tengah.
“Bismillah, semoga rencana investasi ini berjalan lancar dan memberikan kemanfaatan bagi daerah,” ungkapnya.
Dari pertemuan tersebut, Bupati Arief menyebutkan bahwa rencana investasi dari Jepang masih proses penjajakan dengan memetakan potensi bahan baku yang ada di Blora. (adv)
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa




























