SALATIGA, Lingkarjateng.id – Produk kriya Kota Salatiga tampil di pameran internasional International Handicraft Trade Fair (Inacraft) October Vol. 5 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Dekranasda Kota Salatiga melihat kesempatan tampil di Inacraft sebagai peluang melebarkan jejaring antara perajin, pelaku UMKM, buyer, dan pemangku kepentingan dari dalam maupun luar negeri.
Ketua Dekranasda Kota Salatiga Retno Robby Hernawan momentum tersebut penting untuk memperluas wawasan mengenai inovasi produk dan perkembangan pasar.
“Berbagai referensi dari ajang tersebut dapat menjadi bahan pengembangan produk kriya agar semakin kompetitif,” ujar Retno dalam keterangan yang diterima pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Pameran yang diselenggarakan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) digelar untuk mempertemukan entrepreneur muda itu juga menunjukkan bahwa pengembangan industri kriya tidak hanya berkaitan dengan penjualan produk.
Inovasi, keberlanjutan, regenerasi perajin, serta akses pasar menjadi bagian penting untuk menjaga pertumbuhan sektor tersebut.
Kondisi itu menjadi dorongan bagi Dekranasda Kota Salatiga untuk terus mengembangkan potensi kriya dan UMKM lokal.
“Produk kerajinan Salatiga diharapkan semakin inovatif, memiliki daya saing, dan mampu menjangkau konsumen di luar daerah. Dengan begitu, kriya lokal tidak hanya menjadi identitas produk daerah, tetapi juga memiliki peluang berkembang di pasar nasional hingga lebih luas,” pungkasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa































