Salatiga (lingkarjateng.id) – Seorang pria berinisial MY (48) yang diduga terlibat dalam serangkaian pencurian barang mahasiswa di UIN Salatiga justru nekat kembali mendatangi kampus pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Terduga pelaku masuk melalui gerbang samping Gedung FEBI, gerak-geriknya langsung dikenali satpam karena ciri-ciri dan nomor polisi sepeda motornya telah masuk dalam data pencarian keamanan kampus.
Petugas kemudian membuntuti MY. Bukannya segera meninggalkan area kampus, warga Dusun Ngumbulan, Desa Candimulyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung itu, malah berkeliling ke sejumlah titik parkir sebelum bergerak menuju masjid.
Petugas yang terus mengawasi kemudian mengamankan MY dan membawanya ke pos keamanan.
“Salah satu satpam melihat dia masuk lagi. Karena ciri dan plat motornya sudah masuk data pencarian, kemudian kami buntuti. Ternyata mengarah ke masjid,” kata Arnold, petugas keamanan UIN Salatiga, Rabu, 7 Oktober 2026.
Terduga pelaku yang berhasil diamankan petugas sekuriti tersebut menjadi perhatian mahasiswa. Pasalnya, kehilangan barang di lingkungan kampus disebut telah berulangkali dan menimbulkan keresahan.
MY diduga telah beraksi selama sekitar dua bulan. Sasaran pencurian disebut beragam, mulai helm, sandal, sepatu yang ditinggalkan mahasiswa di masjid hingga barang berharga lainnya.
Dalam menjalankan aksinya, MY diduga menggunakan sepeda motor untuk berkeliling kampus dan mencari barang yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
Barang yang diduga hasil curian juga disebut dijual kembali melalui media sosial dengan harga jauh di bawah harga pasaran. Salah satunya helm yang harga barunya sekitar Rp1 juta. Helm tersebut diduga ditawarkan kembali dengan harga sekitar Rp200 ribu.
Setelah diamankan di pos keamanan, pihak UIN Salatiga menyerahkan MY kepada aparat kepolisian melalui Bhabinkamtibmas setempat.
Polisi kini akan mendalami dugaan keterlibatan MY dalam sejumlah kasus pencurian yang terjadi di lingkungan UIN Salatiga.***
Jurnalis : Angga Rosa
Editor : Adi Arfian
































