KENDAL, Lingkarjateng.id – Kasus penemuan mayat laki-laki dalam kondisi terborgol di sebuah bangunan kosong berlantai dua di Jalan Arteri, Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal masih dalam penyelidikan.
Hasil identifikasi Polres Kendal, korban diketahuo bernama Donna Nuzulul Aditya (29), warga Kampung Karangsari RT 003/RW 003, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu. Mayat korban pertama kali ditemukan warga pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Kapolres Kendal AKBP, Ratna Quratul Ainy, mengatakan kepolisian masih menyelidiki kasus untuk mendalami penyebab kematian dan aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
“Untuk kejadian kemarin terkait penemuan mayat tanpa identitas di rumah kosong di Brangsong, alhamdulillah sudah kita ketahui identitasnya,” ujarnya, Rabu, 7 Oktober 2026.
Sementara itu berdasarkan hasil autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara TK II Semarang terungkap adanya kekerasan pada tubuh korban. Korban terindikasi meninggal dunia akibat luka yang disebabkan hantaman benda tumpul pada bagian belakang kepala.
“Dari hasil autopsi menerangkan bahwa yang bersangkutan meninggal karena kekerasan benda tumpul di kepala bagian belakang,” jelasnya.
Hasil pemeriksaan memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar lima hingga 10 hari sebelum jasadnya ditemukan.
Tim kepolisian masih melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan berbagai alat bukti untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
“Kemarin kita sudah melakukan autopsi dan olah TKP. Saat ini kami tengah memeriksa saksi-saksi dan juga mengumpulkan alat bukti untuk membuat terang suatu perkara,” terangnya.
Kapolres menegaskan, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap siapa yang berada di balik kematian korban, sekaligus mengetahui motif dari dugaan tindak pidana tersebut.
Menurutnya, pihaknya juga tengah mengidentifikasi rekaman kamera pengawas (CCTV), baik yang berada di sekitar TKP maupun di sejumlah ruas jalan yang kemungkinan berkaitan dengan pergerakan korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
“Untuk CCTV masih kita identifikasi, baik di TKP maupun di sekitar lokasi atau di jalan-jalan,” ungkapnya.
Ratna meminta masyarakat yang mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia untuk segera menyampaikan informasi kepada polisi.
“Doakan mudah-mudahan bisa cepat terungkap. Masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun atau memiliki informasi mengenai aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal, agar tidak ragu untuk segera melaporkannya ke Mapolres Kendal,” ujarnya.
Menurutnya, sekecil apa pun informasi dari masyarakat dapat membantu penyidik dalam mengungkap kasus tersebut.
“Saat ini kami masih melakukan pendalaman dan penyelidikan. Setiap informasi dari masyarakat akan sangat membantu proses penyelidikan yang sedang berjalan,” pungkasnya.
Sebelumnya, penemuan mayat korban pertama kali diketahui warga sekitar pukul 05.15 WIB, Selasa, 6 Oktober 2026.
Saat itu, Eko Mulyono, seorang juru parkir yang bekerja di sekitar lokasi, mencium bau busuk dan menyengat sejak dua hari sebelumnya.
Merasa curiga, Eko kemudian mengajak rekannya, Zainul Amri, serta Ketua RT setempat, Budianto, untuk mengecek bangunan kosong milik warga bernama Hasan tersebut.
Saat menyisir bagian lantai dua bangunan, ketiganya dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di dekat teralis jendela.
Di sekitar tubuh korban juga ditemukan ceceran bercak darah. Kondisi tersebut kemudian dilaporkan warga kepada pihak kepolisian.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa































