SALATIGA, Lingkarjateng.id – Anggaran untuk membiayai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga pada 2026 mencapai Rp33,329 miliar. Dana tersebut telah disiapkan dalam APBD 2026 untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan selama satu tahun.
Kepala BPKPD Kota Salatiga, Agung Hindratmiko, mengatakan alokasi tersebut mencakup kebutuhan perpanjangan kontrak PPPK Paruh Waktu pada 2026. Anggaran juga mencakup jaminan kematian dan jaminan kesehatan.
“Untuk tahun anggaran 2026, anggaran PPPK Paruh Waktu sudah diperhitungkan dan aman untuk membiayai selama satu tahun, termasuk kebutuhan perpanjangan kontrak pada tahun 2026,” kata Agung, Rabu, 7 Oktober 2026.
Menurut Agung, Pemkot Salatiga tidak mengalami kekurangan anggaran untuk membiayai PPPK Paruh Waktu sepanjang 2026. Sementara itu, total Belanja Pegawai Kota Salatiga dalam Perubahan APBD 2026 tercatat sebesar Rp463,236 miliar.
Baca Juga: 896 PPPK Paruh Waktu Salatiga Terima SK Perpanjangan Kontrak hingga September 2027
Namun, alokasi Rp33,329 miliar untuk PPPK Paruh Waktu tidak tercantum dalam pos Belanja Pegawai. Dalam struktur APBD, anggaran tersebut dikategorikan sebagai Belanja Operasi, tepatnya pada jenis Belanja Jasa.
Klasifikasi tersebut membuat anggaran PPPK Paruh Waktu tidak menjadi bagian dari total Belanja Pegawai. Dengan demikian, nominal Rp33,329 miliar tidak dapat digunakan secara langsung untuk menghitung persentase Belanja Pegawai terhadap total belanja daerah.
“Karena itu, secara teknis kurang tepat apabila anggaran PPPK Paruh Waktu tersebut dihitung sebagai persentase dari total Belanja Pegawai,” jelasnya.
Agung mengatakan, pembiayaan sumber daya manusia tetap memiliki konsekuensi terhadap ruang fiskal pemerintah daerah. Meski demikian, penentuan anggaran untuk kebutuhan SDM tidak hanya didasarkan pada besaran dana yang tersedia.
“Pertimbangan juga mencakup kebutuhan pelayanan publik, keberlanjutan penyelenggaraan pemerintahan, kemampuan keuangan daerah, serta kebijakan pemerintah,” tandasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Muslichul Basid































