SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota Salatiga mendorong ekonomi kreatif menjadi salah satu kekuatan baru daerah. Wali Kota Salatiga Robby Hernawan juga membidik Salatiga tak hanya dikenal sebagai kota toleransi, tetapi juga sebagai kota industri kreatif.
Robby menyatakan, Salatiga memiliki modal besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif, terutama karena banyak anak muda yang memiliki kreativitas dan inovasi.
“Salatiga selain kota toleransi juga sebagai kota industri kreatif. Banyak anak muda yang memiliki kreativitas dan inovasi,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima pada Senin, 5 Oktober 2026.
Menurutnya, penguatan ekonomi kreatif juga semakin strategis karena Salatiga memiliki konektivitas yang mendukung pergerakan orang dan barang. Keberadaan exit tol di Jalan Pattimura serta konektivitas jaringan tol Semarang-Solo-Jogja dinilai menjadi peluang untuk menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di Kota Salatiga.
Robby bahkan menggagas Salatiga dapat dikembangkan sebagai giant rest area. Konsep tersebut dapat menjadi peluang untuk menggerakkan berbagai sektor, mulai dari kuliner, UMKM, kerajinan, fesyen, hingga subsektor ekonomi kreatif lainnya.
“Untuk itu, keberadaan GEKRAFS diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dengan pelaku ekonomi kreatif sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Ketua Umum DPP GEKRAFS Kawendra Lukistian mengatakan, GEKRAFS memiliki jejaring yang cukup luas untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif di daerah. Saat ini, GEKRAFS telah memiliki jejaring di 18 negara dan 38 provinsi di Indonesia.
“Kehadiran GEKRAFS di Salatiga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas,” kata Kawendra.
Jejaring tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan pelaku ekonomi kreatif Salatiga untuk memperluas promosi, pemasaran, kolaborasi, hingga membuka akses ke pasar di luar daerah.
Sementara itu, Ketua DPC GEKRAFS Kota Salatiga Dyah Ayu Phitaloka mengajak para pelaku ekonomi kreatif untuk terus berkarya dan menghasilkan inovasi.
“Kreativitas tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi dan peluang masa depan,” katanya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa































