BATANG, Lingkarjateng.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Batang mendorong pemerintah memberikan afirmasi kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa tes.
Ketua PGRI Batang, Arief Rohman, mengatakan pihaknya mengapresiasi pemerintah pusat yang memberikan peluang guru PPPK menjadi PNS melalui seleksi CPNS.
Dalam siaran pers Kemendikdasmen, disebutkan bahwa guru PPPK penuh waktu berkesempatan menjadi PNS secara bertahap melalui seleksi CPNS mulai tahun 2027. Skema yang disiapkan mencakup 30 persen pada 2027, 30 persen pada 2028, dan 40 persen pada 2029 dari total sekitar 400 ribu guru secara nasional.
Kendati begitu, Arief menilai ada hal yang butuh perhatian terkait skema pengangkatan PPPK melalui CPNS. Ia menyoroti realitas bahwa mayoritas guru PPPK saat ini telah berusia di atas 35 tahun dan memiliki rekam jejak pengabdian yang panjang.
“Kami, PGRI, berharap karena teman-teman guru PPPK ini sebagian besar (hampir 90%) itu berusia di atas 35 tahun, kami berharap mereka memiliki kesempatan yang luas dengan diberikan afirmasi,” ujarnya, Rabu, 30 September 2026.
Usulan tersebut mempertimbangkan bahwa para guru sudah melaksanakan tes dan lulus saat seleksi PPPK.
“Oleh karena itu, karena CPNS dan PPPK itu adalah sama-sama ASN, PGRI mendorong agar mereka bisa beralih status menjadi PNS tanpa tes,” katanya.
Menurutnya, dengan pertimbangan tersebut serta lama pengabdian para guru sudah cukup untuk mengangkat guru PPPK jalur afirmasi.
“Apalagi kita masih membutuhkan tenaga mereka yang sudah mengabdi puluhan tahun berbakti untuk bangsa dan negara ini, dengan penghasilan yang sekian puluh tahun itu belum layak lah. Saat ini, saat inilah pemerintah sudah membuka jalan untuk itu,” terangnya.
Di sisi lain, Arief juga mengapresiasi keputusan pemerintah yang akan mengalihkan PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu dengan alokasi gaji ditanggung pemerintah pusat.
Untuk PPPK paruh waktu, pemerintah menyiapkan anggaran Rp23 triliun. Sementara itu, total anggaran untuk PPPK secara keseluruhan mencapai Rp89 triliun.
Di Kabupaten Batang, terdapat 2.648 guru PPPK penuh waktu dan 44 guru PPPK paruh waktu. Selain guru, terdapat sekitar 700 tenaga kependidikan berstatus status PPPK paruh waktu.
“Melihat kondisi tersebut, PGRI Batang menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengawal nasib para guru, tetapi juga memperjuangkan kesetaraan bagi tenaga kependidikan yang ada di sekolah-sekolah,” ucapnya.
Editor: Ulfa





























