Kudus (lingkarjateng.id) – Tradisi Dandangan resmi berakhir. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris melaksanakan kegiatan korve atau kerja bakti massal dengan melibatkan seluruh ASN, personel dari TNI, Polri dan relawan di sepanjang Jalan Sunan Kudus, Jumat (20/2).
Korve difokuskan pada pembersihan sisa tumpahan minyak dan sampah guna memastikan ruang publik kembali bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Pembersihan didukung tiga unit mobil pemadam kebakaran, dua unit dari BPBD, serta satu unit dari Satpol PP untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Bupati Sam’ani menegaskan bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama, terlebih memasuki bulan Ramadan di mana aktivitas masyarakat meningkat.
“Kami memastikan pembersihan berjalan optimal, terutama pada bekas tumpahan minyak dan sampah agar tidak membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.
“Pasca kegiatan besar seperti Dandangan, kita pastikan lingkungan kembali nyaman untuk masyarakat,” imbuhnya.
Sam’ani menyampaikan pesan kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kondusivitas selama bulan Ramadan,
“Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Mari saling menghormati dan menjaga toleransi. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar ibadah berlangsung dengan khusyuk dan nyaman,” pintanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Kudus Kota AKP Subkhan menyampaikan bahwa jajaran kepolisian siap bersinergi dalam setiap kegiatan yang mendukung kepentingan masyarakat.
“Kegiatan ini kami mulai pagi hari, Polri bersama TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait turun ke lapangan. Kalau semula bersih, harus kembali bersih. Ita bersama bahu membahu,” ujar AKP Subkhan.
Subkhan juga berpesan agar menjaga lingkungannya masing-masing, baik harta benda maupun mengawasi anak-anaknya untuk tidak melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan budaya Islami, seperti perang air maupun perang sarung
“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan. Saat melaksanakan tarawih, pastikan pintu rumah terkunci dan kompor sudah dimatikan. Orang tua juga diharapkan mengawasi anak-anaknya,” pungkas Subkhan.***
Jurnalis : Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor : Fian
































