Kendal (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan pemberian bantuan nutrisi bagi anak-anak beresiko stunting program TMMD Reguler ke-127 di Desa Gedong.
Camat Patean Muh Syamsudluha Tantomi berharap, batuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan ini, semoga bantuan PMT tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas gizi anak yang menerima,” kata Camat Patean, Rabu 18 Februari 2026.
Tantomi menyatakan bahwa, pemerintah kecamatan juga terus mendorong pemerintah desa agar tetap menganggarkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) stunting melalui APBDes.
“Sampai tahun 2026 ini kami masih meminta pemerintah desa untuk menganggarkan penanganan stunting,” ungkapnya.
Dia juga menambahkan, PMT yang diberikan tidak hanya berbentuk makanan olahan tapi juga berupa susu dan multivitamin sehingga diharapkan dapat menunjang kebutuhan nutrisi anak secara menyeluruh.
“Tahun ini kami agak sedikit bergeser, tahun ini diberikan dalam bentuk multivitamin dan susu,” tambahnya.
Camat Patean juga mendorong adanya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit penyerta yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan anak.
“Di beberapa desa kami temukan ternyata salah satu penyebab stunting itu karena ada penyakit penyerta misalnya TBC atau yang lain. Kami juga memberikan edukasi ibu-ibu untuk memperbaiki pola asuh, karena mungkin orang tuanya sibuk kemudian anaknya baru diberi sarapan jam 10. Nah ini yang terus kita edukasi,” tegasnya.
Ia berharap dengan upaya dan sinergi yang baik mampu mempercepat penanganan dan pencegahan stunting di Kecamatan Patean khususnya di Desa Gedong.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Patean, dr Mukhammad Toha menyampaikan selain asupan gizi perlu adanya deteksi terhadap potensi adanya penyakit penyerta sehingga penanganan dan pencegahan stunting bisa lebih maksimal.
“Misal kita sudah memberikan makanan tambahan yang sesuai standar tapi jika ada latar belakang penyakit penyerta itu menjadi hambatan yang harus diselesaikan dahulu karena itu akan menghambat yang harus diselesaikan dahulu,” ujar dr Toha.
Ia mengapresiasi adanya program PMT dan sosialisasi stunting dalam kegiatan TMMD Reguler di Desa Gedong. Sehingga diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada para orang tua untuk memperbaiki gizi anak-anak mereka. (ADV)
Jurnalis : Anik Kustiani
Editor : Fian





























